maskun

Modul Sistem Komputer Kelas XI semester 2 lengkap

BAB I
MEMAHAMI STRUKTUR DAN FUNGSI CPU

A.  Struktur Dan Fungsi CPU
CPU (prosesor) merupakan komponen terpenting dari sistem komputer. CPU adalah komponen pengolah data berdasarkan instruksi – instruksi yang diberikan kepadanya.Dalam mewujudkan fungsi dan tugasnya, CPU tersusun atas beberapa komponen sebagai bagian dari struktur CPU, seperti terlihat pada gambar komponen CPU dan struktur internal CPU. CPU tersusun atas beberapa komponen, yaitu :

1. Arithmetic and Logic Unit (ALU), bertugas membentuk fungsi – fungsi pengolahan data komputer. ALU sering disebut mesin bahasa (machine language) karena bagian ini mengerjakan instruksi – instruksi bahasa mesin yang diberikan padanya. Seperti istilahnya, ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit
arithmetika dan unit logika boolean, yang masing – masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri.
2.   Control Unit, bertugas mengontrol operasi CPU dan secara keselurahan mengontrol computer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi – fungsi operasinya. Termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil instruksi – instruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut.
3.    Registers, adalah media penyimpan internal CPU yang digunakan saat proses pengolahan data. Memori ini bersifat sementara, biasanya digunakan untuk menyimpan data saat diolah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya.
4.    CPU Interconnections, adalah sistem koneksi dan bus yang menghubungkan komponen internal CPU, yaitu ALU, unit kontrol dan register – register dan juga dengan bus – bus eksternal CPU yang menghubungkan dengan sistem lainnya, seperti memori utama, piranti masukan/keluaran.

Hal-hal yang dilakukan CPU adalah sebagai berikut :
1.    Fetch instruction (mengambil instruksi) yaitu CPU membaca instruksi dari memori
2.    Interpret instruction (menterjemahkan instruksi) yaitu CPU menerjemahkan instruksi untuk menentukan langkah yang diperlukan.
3.    Fetch data (mengambil data) yaitu eksekusi instruksi yang mungkin memerlukan pembacaan data dari memori datau dari modul I/O
4.    Process data (mengolah data) yaitu eksekusi instruksi yang memerlukan operasi aritmatik
5.    Write data (menulis data) yaitu hasil eksekusi yang mungkin memerlukan penulisan data ke memori datau ke modul I/O

B.   Control Unit
Tugas dari CU adalah sebagai berikut:
1.    Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output.
2.    Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
3.    Mengambil data dari memori utama kalau diperlukan oleh proses.
4.    Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandinganlogika serta mengawasi kerja.
5.    Menyimpan hasil proses ke memori utama.
Proses tiga langkah karakteristik unit control:
1.    Menentukan elemen dasar prosesor
2.    Menjelaskan operasi mikro yang akan dilakukan prosesor
3.    Menentukan fungsi-fungsi yang harus dilakukan unit control agar menyebabkan pembentukan operasi mikro
Masukan-masukan unit control:
1.    Clock / pewaktu Pewaktu adalah cara unit control dalam menjaga waktunya. Unit control
menyebabkan sebuah operasi mikro (atau sejumlah operasi mikro yang bersamaan) dibentuk bagi setiap pulsa waktu.Pulsa ini dikenal sebagai waktu siklus prosesor.
2.    Register instruksi Opcode instruksi saat itu digunakan untuk menentukan operasi mikro mana yang
akan dilakukan selama siklus eksekusi.
3.    Flag. Flag ini diperlukan oleh unit control untuk menentukan status prosesor dan hasil
operasi ALU sebelumnya.
4.     Sinyal control untuk mengontrol bus Bagian bus control bus system memberikan sinyal-sinyal ke unit control, seperti sinyal-sinyal interupsi dan acknowledgement.
Keluaran-keluaran unit control:
Sinyal control didalam prosesor terdiri dari dua macam:
1.      sinyal-sinyal yang menyebabkan data dipindahkan dari register yang satu keregister yang lainnya,
2.      sinyal-sinyal yang dapat mengaktifasi fungsi-fungsi ALU tertentu.

C.  Register

Sistem Komputer menggunakan hirarki memori pada tingkatan yang atas,memori lebih cepat, lebih kecil, lebih mahal. Di dalam CPU, terdapat sekumpulan register yang tingkatan memorinya berada di atas hirarki memori utama dan cache. Register dalam CPU memiliki dua fungsi:
1.    User-visible Register
User-visible Register adalah register yang dapat direferensikan dengan menggunakan bahasa mesin yang dieksekusi CPU, User-visible terdiri dari :
a.    General Purpose Register
·      Digunakan untuk mode pengalamatan dan data.
·      Akumulator ( aritmatika, Shift, Rotate)
·      Base Register (Rotate,Shift, aritmatika)
·      Counter Register ( Looping)
·      Data Register (menyimpan alamat I/O device).
b.    Register Alamat
·      Digunakan untuk mode pengalamatan
·      Segment Register (Code Segment, Data Segment, Stack Segment, Extra Segment)
·      Register Index / Stack Index, Data Index (untuk menyimpan alamatalamat yang terindeks)
·      Stack Pointer (register yang dedicated menunjuk kebagian teratas stack)
c.    Register Data
·      Digunakan untuk menampung data
d.    Register Kode Status Kondisi (Flag)
·      Kode yang menggambarkan hasil operasi sebelumnya
2.    Control and Register
Control and register adalah register-register yang digunakan oleh unit kontrol untuk mengontrol operasi CPU dan oleh program sistem operasi untuk mengntrol eksekusi program. Terdapat empat register yang penting adalah :
a.    Program Counter (PC)
· Berisi alamat instruksi yang akan diambil
b.    Instruction Register (IR)
· Berisi alamat instruksi terakhir
c.    Memory Address Register (MAR)
· Berisi alamat penyimpanan dalam memorid.
d.    Memori Buffer Register (MBR)
· Berisi data yang dibaca dari memori atau yang diyliskan ke memori
e.    Memori Data Register (MDR)
· Merupakan register yang digunakan untuk menampung data atau instruksi hasil pengiriman dari memori utama ke CPU atau menampung data yang akan direkam ke momori utama dari hasil pengolahan CPU.
Fungsi CPU
1)   Menjalankan program – program yang disimpan dalam memori utama dengancara mengambil  instruksi – instruksi, menguji instruksi tersebut dan mengeksekusinya satu persatu sesuai alur perintah.
2)   Sehingga langkah-langkah pada operasi CPU, yaitu operasi :
· Pembacaan instruksi (fetch) dan
· Pelaksanaan instruksi (execute)


BAB II
MEMAHAMI KARAKTERISTIK SET INSTRUKSI
A.  Elemen Instruksi
Agar dapat dieksekusi, setiap instruksi harus berisi informasi yang diperlukan oleh CPU. Informasi itu dituangkan dalam elemen-elemen instruksi:
·      Operation Code/Kode Operasi: menspesifikasikan operasi yang akan dilakukan (misalnya, ADD).
·      Operasi dispesifikasikan oleh kode biner, yang dikenal sebagai kode operasi, atau opcode.
·      Source Operand Reference/Referensi Operand Sumber: operasi dapat mencakup satu atau lebih sumber, operand merupakan input bagi operasi.
·      Result Operand Reference/Reference Operand Hasil: operasi dapat membuat hasil operasi.
·      Next Instruction Reference/Reference Operand Selanjutnya: elemen ini memberitahu CPU posisi instruksi berikutnya yang harus diambil setelah menyelesaikan eksekusi suatu instruksi.
Sumber dan hasil operand dapat berada di salah satu dari ketiga daerah di bawah ini:
·      Memori utama atau memori virtual: dengan referensi alamat berikutnya, maka alamat memori utama atau virtual harus diketahui.
·      Register CPU: instruksi harus diberi nomor register yang dimaksud.
·      Perangkat I/O: instruksi harus menspesifikasikan modul I/O yang diperlukan oleh operasi.

Representasi Instruksi
Dalam komputer, instruksi direpresentasikan oleh sekumpulan bit. Dalam penulisan format instruksi (instruction format) biasanya dibagi dalam beberapa kolom berkaitan dengan elemen-elemen yang akan mengisi instruksi. Apa Itu Mnemonic? Adalah singkatan-singkatan yang mengindikasikan suatu
operasi yang merupakan representasi dari opcode.
Contoh:
Mnemonic
ADD Add (penambahan)
SUB Substract (pengurangan)
LOAD Muatkan data dari memori
INC  Increment (penambahan dengan satu)

Mnemonic
Operand
ADD
A
Artinya menambah secara langsung 8 bit data ke dalam isi akumulator dan menyimpan hasil di akumulator. Operand juga dapat direpresentasikan secara simbolik.
Misalnya:
Mnemonic
Operand
ADD
R,Y

Artinya tambahkan nilai lokasi Y ke isi register R F'emrogram dapat mendahului dengar definisi-definisi: X = 513,Y = 514, dst. Program akan mengkonversikan opcode dan refercnsi operand menjadi bentuk biner, akhirnya akan membentuk instruksi mesin biner.

B.   Tipe – tipe Instruksi
Tipe atau jenis-jenis instruksi
1.    Data procecessing: Arithmetic dan Logic Instructions
Data processing adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi informasiatau pengetahuan.Pemrosesan data ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis.Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif jika dinyatakan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka istilah pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi.
Kedua istilah ini mempunyai arti yang hampir sama, pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data mentah menjadi informasi (hasil pengolahan), sedangkan sistem informasi memakai data sebagai bahan masukan dan menghasilkan informasi sebagai produk keluaran.

2.    Data storage: Memory instruction
Sering disebut sebagai memori komputer, merujuk kepada komponen komputer, perangkat komputer, dan media perekaman yang mempertahankan data digital yang digunakan untuk beberapa interval waktu.Penyimpanan data komputer menyediakan salah satu tiga fungsi inti dari komputer modern, yakni mempertahankan informasi. Ia merupakan salah satu komponen fundamental yang terdapat di dalam semua komputer modern, dan memiliki keterkaitan dengan mikroprosesor, dan menjadi model komputer yang digunakan semenjak 1940-an.
Dalam penggunaan kontemporer, memori komputer merujuk kepada bentuk media penyimpanan berbahan semikonduktor, yang dikenal dengan sebutan Random Access Memory (RAM), dan kadang-kadang dalam bentuk lainnya yang lebih cepat tapi hanya dapat menyimpan data secara sementara.
Akan tetapi, istilah "computer storage" sekarang secara umum merujuk kepada media penyimpanan massal, yang bisa berupa cakram optis, beberapa bentuk media penyimpanan magnetis (seperti halnya hard disk) dan tipe-tipe media penyimpanan lainnya yang lebih lambat ketimbang RAM, tapi memiliki sifat lebih permanen, seperti flash memory.
3.    Data Movement: I/O instructions
Proses data movement ini adalah memindahkan (dapat diakatakan membackup juga) data – data dari database yang berupa data, indeks, grand, schema, dan lain – lain ketempat baru. Tempat baru ini bisa ke dalam database baru atau memang untuk dibackup saja. Data movement terdiri dari 2 bagian besar yaitu :
Ø Load & Upload [difokuskan untuk memindahkan data yang berupa indeks atau data itu sendiri alias isi dari database tersebut]
Ø Export & Import [memindahkan data secara lengkap, mulai dari grand, schema, dan seluruhnya]
Jika dilihat, load tersebut berhubungan dengan import dan upload berhubungan dengan export
Load berfungsi untuk memasukan data / transaksi ke sebuah table. Dapat dikatakan juga insert, replace, atau update. Sedangkan upload berfungsi untuk membuat dari data table ke fisik / file. Kelemahan load adalah dalam prosesnya bisa saja terjadi data yang tidak berpindah secara sempurna. Upload Parameter
Ø Limit [membatasi beberapa record]
Ø Sample [mencari sample yang telah ditentukan]
Ø When [berdasarkan kondisi]
Dan pada upload, hanya satu parameter saja yang dapat berjalan alias tak bias berjalan bersamaan apabila parameternya lebih dari 1.
Bulk Data Movement (Software Pendukung)
Ø ETL [Extrat Transform Load], software yang focus terhadap data warehouse
Ø Replication and Propagation, software yang memonitoring source database dan target, dan yang dihasilkan oleh software ini adalah pencatatatn log.
Perlu diperhatikan juga hak akses dalam load & unload, import & export minimal adalah akses select.
Distribution Database
Dalam distribution database terdapat 3 istilah yaitu :
1.    Autonomi [idependent], untuk tabel umum akses yang diberikan berbeda dari setiap user.
2.    Isolation [stand alone], untuk tabel khusus (privacy) itu terpisah dari user.
3.    Transparancy [all user], akses tabel terpisah dari user tetapi user masih dapat mengaksesnya.

Lawan dari database terdistribusi adalah database terpusat. Server yang terpusat memang diuntungkan dalam sisi maintenance sedangkan server terdistribusi lebih rumit dalam proses integrasinya. Jika database terdistribusi paling tidak membutuhkan Sumber Daya Manusia [SDM] yang baik, network yang lebih baik karena permasalahan network itu sangat fatal dan biasanya permasalahannya tidak jauh-jauh dari permasalahan traffic network.Dan yang tidak boleh dilupakan adalah request dan respon.

4.    Control: Test and branch instructions
Unit kendali (bahasa Inggris: Control Unit - CU) adalah salah satu bagian dari CPU yang bertugas untuk memberikan arahan/kendali/ kontrol terhadap operasi yang dilakukan di bagian ALU (Arithmetic Logical Unit) di dalam CPU tersebut. Output dari CU ini akan mengatur aktivitas dari bagian lainnya dari perangkat CPU tersebut.
Pada awal-awal desain komputer, CU diimplementasikan sebagai ad-hoc logic yang susah untuk didesain. Sekarang, CU diimplementasikan sebagai sebuah microprogram yang disimpan di dalam tempat penyimpanan control (control store). Beberapa word dari microprogram dipilih oleh microsequencer
dan bit yang datang dari word-word tersebut akan secara langsung mengontrol bagian-bagian berbeda dari perangkat tersebut, termasuk di antaranya adalah register, ALU, register instruksi, bus dan peralatan input/output di luar chip. Pada komputer modern, setiap subsistem ini telah memiliki kontrolernya masing masing, dengan CU sebagai pemantaunya (supervisor)

C.  Tipe – tipe operand
1.    Pengertian Operand
Operand adalah sebuah objek yang ada pada operasi matematika yang dapat digunakan untuk melakukan operasi. Operand atau operator dalam bahasa C berbentuk simbol bukan berbentuk keyword atau kata yang biasa ada di bahasa pemrograman lain. Simbol yang digunakan bukan karakter yang ada
dalam abjad tapi ada pada keyboard kita seperti = ,* dan sebagainya.
2.    Tipe Operand
a.    Tipe Data
Tipe Data setiap data memiliki tipe data, apakah merupakan angka bulat (integer), angka biasa (real), atau berupa karakter (char), dan sebagainya.
Ada dua kategori dari tipe data yaitu tipe dasar dan tipe bentukan.
1)   Tipe dasar adalah tipe data yang selalu tersedia pada setiap bahasa pemograman, antara lain :
a)    Bilangan bulat
Ø Integer (-32768 s/d +32768)
Bilangan atau angka yang tidak memiliki titik desimal atau pecahan seperti +10,-1024,+32767,+255. Tipe data ini dapat ditulisakan sebagai integer atau int. Operasi aritmatiknya terdiri dari : tambah +, kurang -, kali *, bagi /, sisa hasil bagi %. Operasi
Pembandingan terdiri dari : lebih kecil <, lebih kecil atau sama , lebih besar atau sama >=
Ø Long (-16 juta s/d16 juta)
Ø Byte (0 s/d 255)
b)   Bilangan pecahan
Ø Double (3,7×10-308 s/d 3,7×10+308)
Ø Float (3,4×10-38 s/d 3,4×10+38)
c)    Karakter
Karakter adalah data tunggal yang mewakili semua huruf, simbol baca dan juga simbol angka yang tidak dapat dioperasikan secara sistematis.Tipe ini dapat dituliskan sebagai char.

2)   Tipe bentukan adalah tipe data yang dibentuk dari kombinisasi tipe dasar, antara lain :
a)    Array (larik)
Selama ini kita menggunakan satu variabel untuk menyimpan 1 buah nilai dengan tipe data tertentu.
misalnya : int a1,a2,a3,a4,a5;
Deklarasi variabel diatas menggunakan menyimpan 5 data integer dimana masing-masing variabel diberi nama a1,a2,a3,a4,a5. Jika kita memiliki 10 data integer atau mungkin 100 data integer bahkan mungkin kita tidak ketahui atau mungkin bersifat dinamis. Saat ini lah kita menggunakan tipe bentukan Array.
Array adalah tipe data bentukan yang merupakan wadah untuk menampung beberapa nilai data yang sejenis
b)   String
String adalah tipe data bentukan yang merupakan deretan karakter yang membentuk satu kata atau satu kalimat, yang biasanya dapat dua tanda kutip.
b.    Variabel
Variabel adalah nama yang mewakili sutau elemen data seperti : jenkel untuk jenis kelamin, t4lahir untuk tempat lahir, alamat unutk alamat dan sebagainya. Ada aturan tertentu yang wajib diikuti dalam pemberian nama variabel, antara lain :
Ø Harus dimulai dengan abjad tidak boleh dengan angka atau simbol.
Ø Tidak boleh ada spasi diantaranya
Ø Jangan menggunakan simbol-simbol yang bisa membingungkan seperti titik dua, titik koma, kima, dan sebagainya.
Ø Sebaiknya memiliki arti yang sesuai dengan elemen data
Ø Sebaiknya tidak terlalu panjang
Contoh variabel yang bernar : Nama, Alamat, Nilai_Ujian
Contoh Variabel yang salah : 4XYZ,IP rata, Var :+xy,458;
c.    Operator dan Operand
Operand adalah data, tetapan, perubah atau hasil dari suatu fungsi sedangkan Operator merupakan simbol-simbol yang memiliki fungsi untuk menghubungkan operand sehingga menjadi tranformasi.
Jenis-jenis operator adalah sebagai berikut :
Ø Operator Aritmetika
Operator untuk melakukan fungsi aritmetika seperti : +(penjumlahan), – (mengurangkan), * (mengalikan), / (membagi).
Ø Operator relational
Operator untuk menyatakan relasi atau perbandingan antara dua operand, seperti > (lebih besr), =(lebih besar atau sama), <= (lebih kecil atau sama), == (sama), != (tidak sama).
Ø Operator Logik
Operator untuk merelasikan operand secara logis seperti && (and), || (or), !(not).

D.  Tipe – tipe operasi data
TRANSFER DATA
Ø Menetapkan lokasi operand sumber dan operand tujuan.
Ø Lokasi-lokasi tersebut dapat berupa memori, register atau bagian paling atas daripada stack.
Ø Menetapkan panjang data yang dipindahkan.
Ø Menetapkan mode pengalamatan.

Tindakan CPU untuk melakukan transfer data adalah :
Ø emindahkan data dari satu lokasi ke lokasi lain.
Ø Apabila memori dilibatkan :
Ø Menetapkan alamat memori.
Ø Menjalankan transformasi alamat memori virtual ke alamat memori aktual.
Ø Mengawali pembacaan / penulisan memori

Operasi set instruksi untuk transfer data :
Ø MOVE : memindahkan word atau blok dari sumber ke tujuan
Ø STORE : memindahkan word dari prosesor ke memori.
Ø LOAD : memindahkan word dari memori ke prosesor.
Ø EXCHANGE : menukar isi sumber ke tujuan.
Ø CLEAR / RESET : memindahkan word 0 ke tujuan.
Ø SET : memindahkan word 1 ke tujuan.
Ø PUSH : memindahkan word dari sumber ke bagian paling atas stack.
Ø POP : memindahkan word dari bagian paling atas sumber

ARITHMETIC
Tindakan CPU untuk melakukan operasi arithmetic :
Ø Transfer data sebelum atau sesudah.
Ø Melakukan fungsi dalam ALU.
Ø Menset kode-kode kondisi dan flag.
Operasi set instruksi untuk arithmetic :
1.    ADD : penjumlahan
2.    SUBTRACT : pengurangan
3.    MULTIPLY : perkalian
4.    DIVIDE : pembagian
5.    ABSOLUTE
6.    NEGATIVE
7.    DECREMENT
8.    INCREMENT
Nomor 5 sampai 8 merupakan instruksi operand tunggal.

LOGICAL
Tindakan CPU sama dengan arithmetic. Operasi set instruksi untuk operasi logical :
Ø AND, OR, NOT, EXOR
Ø COMPARE : melakukan perbandingan logika.
Ø TEST : menguji kondisi tertentu.
Ø SHIFT : operand menggeser ke kiri atau kanan menyebabkan konstanta pada
ujung bit.
Ø ROTATE : operand menggeser ke kiri atau ke kanan dengan ujung yang terjalin.

CONVERSI
Tindakan CPU sama dengan arithmetic dan logical. Instruksi yang mengubah format instruksi yang beroperasi terhadap format data. Misalnya pengubahan bilangan desimal menjadi bilangan biner.
Operasi set instruksi untuk conversi :
Ø TRANSLATE : menterjemahkan nilai-nilai dalam suatu bagian memori berdasrkan tabel korespodensi.
Ø CONVERT : mengkonversi isi suatu word dari suatu bentuk ke bentuk lainnya.

INPUT / OUPUT
Tindakan CPU untuk melakukan INPUT /OUTPUT :
Ø Apabila memory mapped I/O maka menentukan alamat memory mapped.
Ø Mengawali perintah ke modul I/O

Operasi set instruksi Input / Ouput :
Ø INPUT : memindahkan data dari pernagkat I/O tertentu ke tujuan
Ø OUTPUT : memindahkan data dari sumber tertentu ke perangkat I/O
Ø START I/O : memindahkan instruksi ke prosesor I/O untuk mengawali operasi I/O
Ø TEST I/O : memindahkan informasi dari sistem I/O ke tujuan

TRANSFER CONTROL
Tindakan CPU untuk transfer control :
Ø Mengupdate program counter untuk subrutin , call / return.
Operasi set instruksi untuk transfer control :
Ø UMP (cabang) : pemindahan tidak bersyarat dan memuat PC dengan alamat tertentu.
Ø JUMP BERSYARAT : menguji persyaratan tertentu danmemuat PC dengan alamat tertentu atau tidak melakukan apa tergantung dari persyaratan.
Ø JUMP SUBRUTIN : melompat ke alamat tertentu.
Ø RETURN : mengganti isi PC dan register lainnya yang berasal dari lokasi tertentu.
Ø EXECUTE : mengambil operand dari lokasi tertentu dan mengeksekusi sebagai instruksi
Ø SKIP : menambah PC sehingga melompati instruksi berikutnya.
Ø SKIP BERSYARAT : melompat atau tidak melakukan apa-apa berdasarkan pada persyaratan
Ø HALT : menghentikan eksekusi program.
Ø WAIT (HOLD) : melanjutkan eksekusi pada saat persyaratan dipenuhi.
Ø NO OPERATION : tidak ada operasi yang dilakukan.

CONTROL SYSTEM
Hanya dapat dieksekusi ketika prosesor berada dalam keadaan khusus tertentu atau sedang mengeksekusi suatu program yang berada dalam area khusus, biasanya digunakan dalam sistem operasi.
Contoh : membaca atau mengubah register kontrol.


E.   Instruksi percabangan
Struktur Branching (Percabangan)
1.    IF
Instruksi IF digunakan untuk memeriksa suatu kondisi dan melaksanakan instruksi lain jika kondisi tersebut terpenuhi atau bernilai true. Statement pada sintaks if boleh berupa satu instruksi tunggal atau beberapa instruksi (block statement) yang ditulis dalam {}. Jika evaluasi terhadap kondisi memberikan nilai true makastatement dikerjakan.Jika bernilai false maka statement tidak dikerjakan.Alur logika Instruksi IF dapat anda lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar Alur logika Instruksi IF
Umumnya kondisi berupa sebuah ekspresi yang bernilai Boolean seperti a== 5 atau b > 10. Kondisi yang diuji dapat berupa kondisi tunggal atau kondisi gabungan.
Contoh pemakaian istruksi IF.
Dengan kondisi tunggal if (nilai > 60) printf ("lulus") ;
Jika nilai lebih besar daripada 60 maka ditampilkan lulus
Dengan kondisi gabungan if (( grade == 'D') ││ (grade == E' )) printf ("tidak lulus") ;
Jika grade berisi huruf D atau E maka ditampilkan tidak lulus

2.    If Else
Adakalanya kita harus melaksanakan proses yang berbeda untuk kondisi yang berbeda, misalnya menampilkan kata lulus untuk nilai yang sama dengan atau lebih besar daripada 60 dan menampilkan kata tidak lulus untuk nilai yang kurang dari 60, selain dengan menggunakan dua instruksi if yang terpisah seperti berikut:
if (nilai >= 60) printf ("lulus") ;
if ( nilai < 60 ) printf ("tidak lulus") ;
bahasa C menyediakan klausa else untuk digunakan bersama dengan instruksi if. Secara umum pola dari if else yaitu:
if (kondisi) statement1 ; else statement2;
Apabila evaluasi terhadap kondisi memberikan nilai true maka statementdikerjakan, sebaliknya jika false maka statement2 dikerjakan.Jadi yang dikerjakan selalu salah satu dari kedua statement.Statement dapat berupa instruksi kosong, instruksi tunggal atau beberapa instruksi yang dilingkup dengan { }. Tidak diperbolehkan ada klausa else tanpa instruksi if. Alur logika instruksi if else dapat andalihat pada gambar dibawah ini:

Gambar Logika instruksi if else
Contoh pemakaian instruksi if else
If (nilai >= 60) printf ("lulus") ;
Else printf ("tidak lulus")
Jika nilai lebih bessar sama dengan 60 maka tampilkan lulus, selain dari itu maka tampilkan tidak lulus.
If ((bil % 2) == 0) printf ("bilangan genap") ;
Else printf ("bilangan ganjil")
Jika bilangan habis dibagi 2 maka tampilkan genap, selain dari itu maka tampilkan bilangan ganjil
If ((grade == `D`) ││ (grade == 'E'))
Printf ("tidak lulus")
Else printf ("lulus")
Jika grade berisi "D" atau "E" maka tampilkan tidak lulus, selain dari itu tampilkan lulus

3.    Nested If (Struktur If bersarang)
Pada suatu instruksi if, statement yang dikerjakan apabila kondisi bernilai true dapat berupa instruksi if yanglain. Strukstur instruksi seperti ini disebut nested if (if bersarang). Hal yang sama juga berlaku untuk statement yang dikerjakan pada bagian klausa else. Berikut ini salah satu bentuk konfigurasi nested if beserta cara penulisannya :



Gambar Konfigurasi nested if
Berikut ini cara membaca dari flowchart Nested if diatas :
if (kondisi1)
if (kondisi2) {
}

BAB 3
MODE DAN FORMAT PENGALAMATAN


A.  Inherent
Dalam mode pengalamatan inherent, semua informasi yang dibutuhkan untuk operasi telah diketahui otomatis oleh CPU, dan tidak dibutuhkan operan eksternal dari memori atau dari program. Operan yang digunakan hanyalah register internal dari CPU atau data dalam stack. Karena itu operasi ini hanyalah terdiri dari satu byte instruksi. Contoh: 0200 4C INCA ; increment akumulator.
Pertama CPU membaca kode operasi $4C yang menginstruksikan CPU untuk menambah harga dari isi akumulator. Kemudian CPU akan menyimpan harga baru ke dalam akumulator dan mengeset bitflag jika dibutuhkan.
Tabel 3.1.Instruksi-instruksi Mode Pengalamatan INHERENT
INSTRUKSI
MNEMONIC
Arithmetic Shift Left
ASLA, ASLX
Arithmetic Shift Right
ASRA, ASRX
Clear Carry Bit
CLC
Clear Interrupt Mask Bit
CLI
Clear
CLRA, CLRX
Complement (invert all bits)
COMA, COMX
Decrement
DECA, DECX
Increment
INCA, INCX
Logical Shift Left
LSLA, LSLX
Logical Shift Right
LSRA, LSRX
Multiply
MUL
Negate (two’s complement)
NEGA, NEGX
No Operation
NOP
Rotate Left thru Carry
ROLA, ROLX
Rotate Right thru Carry
RORA, RORX
Reset Stack Pointer
RSP
Return from Interrupt
RTI
Return from Subroutine
RTS
Set Carry Bit
SEC
Set Interrupt Mask Bit
SEI
Enable IRQ, STOP Oscillator
STOP
Software Interrupt
SWI
Transfer Accumulator to Index Register
TAX
Test for Negative Zero
TSTA, TSTX
Transfer Index Register to Accumulator
TXA
Wait for Interrupt
WAIT

B.   Immediate
Dalam mode pengalamatan immediate, operan terkandung di dalam byte yang langsung mengikuti kode operasi. Mode ini digunakan saat suatu harga atau konstanta diketahui saat program dibuat dan tidak akan dirubah selama eksekusi program. Operasi dengan mode ini membutuhkan dua byte instruksi, satu untuk kode operasi dan satu lagi untuk data byte. Contoh: 0200 A6 02 LDA #$02 ; Load konstanta ke akumulator
Pertama CPU akan membaca kode operasi $A6 yang menginstruksikan CPU untuk me-load akumulator dengan nilai immediate yang mengikuti kode operasi. Kemudian CPU akan membaca data immediate $02 dari lokasi memori dengan alamat $0201 ke dalam akumulator

Tabel 3.2.Instruksi-instruksi Mode Pengalamatan IMMEDIATE

INSTRUKSI
MNEMONIC
Add with Carry
ADC
Add (without carry)
ADD
Logical AND
AND
Bit Test Memory with Accumulator
BIT
Compare Accumulator with Memory
CMP
Compare Index Register with Memory
CPX
Exclusive OR Memory with Accumulator
EOR
Load Accumulator from Memory
LDA
Load Index Register from Memory
LDX
Inclusive OR
ORA
Substract with Carry
SBC
Substract (without borrow)
SUB


C.  Direction
Mode pengalamatan direct mirip dengan mode pengalamatan extended kecuali bahwa upper byte dari alamat operan selalu dianggap $00. Karena itu, hanya lower-byte dari operan yang diperlukan untuk
dimasukkan dalam instruksi. Pengalamatan direct menyebabkan efisiensi alamat dalam 256 byte pertama dalam memori. Area ini dinamakan dengan direct page dan mengandung on-chip RAM dan register I/O. Pengalamatan direct ini efisien bagi memori program dan waktu eksekusi. Dalam mode ini instruksi terdiri dari dua byte, satu untuk kode operasi dan satu lagi untuk alamat operan. Contoh: 0200 B6 E0 LDA
$E0
Pertama CPU akan membaca kode operasi $B6 yang menginstruksikan CPU untuk menggunakan mode pengalamatan direct. Kemudian CPU membaca $E0 dari lokasi memori dengan alamat $0201.Harga $E0 ini diterjemahkan sebagai low order dari alamat dalam direct page ($0000 sampai $00FF). Setelah itu CPU menyusun alamat lengkap $00E0 dengan menganggap high-order byte alamat sebagai $00. Alamat lengkap $00E0 ini kemudian diletakkan dalam bus alamat dan kemudian proses pembacaan data pun dikerjakan.


Tabel 3.3.Instruksi-instruksi Mode Pengalamatan DIRECT
INSTRUKSI
MNEMONIC
Add with Carry
ADC
Add (without carry)
ADD
Logical AND
AND
Arithmetic Shift Left
ASL
Arithmetic Shift Right
ASR
Clear Bit in Memory
BCLR
Bit Test Memory with Accumulator
BIT
Branch if Bit n is Clear
BRCLR
Branch if Bit n is Set
BRSET
Set Bit in Memory
BSET
Clear
CLR
Compare Accumulator with Memory
CMP
Complement (invert all bits)
COM
Compare Index Register with Memory
CPX
Decrement
DEC
Exclusive OR Memory with Accumulator
EOR
Increment
INC
Jump
JMP
Jump to Subroutine
JSR
Load Accumulator from Memory
LDA
Load Index Register from Memory
LDX
Logical Shift Left
LSL
Logical Shift Right
LSR
Negate (two’s complement)
NEG
Inclusive OR
ORA
Rotate Left thru Carry
ROL
Rotate Right thru Carry
ROR
Substract with Carry
SBC
Store Acuumulator in Memory
STA
Strore Index Register in Memory
STX
Substract (without borrow)
SUB
Test for Negative or Zero
TST

D.  Extended
Dalam mode pengalamatan extended, alamat dari operan terkandung dalam dua byte yang mengikuti kode operasi. Pengalamatan extended ini dapat digunakan untuk mengakses semua lokasi dalam memori mikrokontroler termasuk I/O, RAM, ROM, dan EPROM. Karena itu operasi ini membutuhkan tiga byte, satu untuk kode operasi, dan dua untuk alamat dari operan.Contoh : 0200 C6 03 65 LDA $0365
Pertama CPU akan membaca kode operasi C6 yang menginstruksikan akumulator untuk menggunakan mode pengalamatan extended. Kemudian CPU akan membaca $03 dari lokasi memori $0201dan diterjemahkan sebagai alamat high-order. Setelah itu CPU membaca $65 dari lokasi $0202 dan diterjemahkan sebagai low-order dari alamat. Terakhir, CPU membangun alamat lengkap $0365 dan meletakkannya dalam bus alamat dan kemudian melakukan operasi read sehingga isi memori dengan alamat $0365 akan tersedia dalam bus data.


E.   Indexed
Dalam mode pengalamatan indexed, alamat efektif adalah variabel dan tergantung pada dua faktor:
1) isi index register saat itu
2) nilai offset yang terkandung dari byte yang mengikuti kode operasi.




Terdapat tiga jenis pengalamatan indexed yang didukung oleh CPU keluarga M68HC05, yaitu: no-offset, 8-bit offset, dan 16-bit offset. Dalam mode pengalamatan indexed-no offset, alamat efektif dari operan terkandung dalam index register 8-bit. Karena itu, mode pengalamatan ini dapat mengakses 256 lokasi memori (dari $0000 sampai $00FF).Instruksi mode ini membutuhkan satu byte instruksi. Contoh: 0200 F6 LDA 0,X
Pertama CPU akan membaca kode operasi $F6 yang menginstruksikan CPU untuk menggunakan mode pengalamatan indexed-no offset. Kemudian CPU menyusun alamat lengkap dengan menjumlahkan $0000 ke isi dari index register 8-bit (X). Alamat ini kemudian diletakkan dalam bus alamat dan setelah itu dilakukan proses pembacaan data.
Dalam mode pengalamatan indexed-8 bit offset, alamat efektif dicapai dengan menambahkan data byte yang mengikuti kode operasi dengan isi dari index register. Harga byte offset yang disediakan dalam instruksi adalah integer tak bertanda 8-bit. Karena itu operasi ini adalah dua byte instruksi di mana offsetDalam mode pengalamatan indexed-8 bit offset, alamat efektif dicapai dengan menambahkan data byte yang mengikuti kode operasi dengan isi dari index register. Harga byte offset yang disediakan dalam instruksi adalah integer tak bertanda 8-bit. Karena itu operasi ini adalah dua byte instruksi di mana offset terkandung dalam byte yang mengikuti kode operasi. Isi dari index register tidak akan dirubah. Contoh: 0200 E6 05 LDA 5,X
Pertama CPU akan membaca kode operasi $E6 yang menginstruksikan CPU menggunakan mode pengalamatan indexed 8-bit offset. Kemudian CPU akan membaca 8-bit offset ($05) dari alamat $0201. CPU akan menyusun alamat lengkap dengan menambahkan nilai offset $05 ke isi dari index register 8-bit (X). Setelah itu, alamat diletakkan dalam bus alamat dan opersi pembacaan data ke akumulator dikerjakan.Tabel 5.5 menunjukkan semua instruksi yang mampu menggunakan mode pengalamatan ini. Dalam mode pengalamatan indexed-16 bit offset, alamat efektif dari operan suatu instruksi adalah hasil penjumlahan antara isi dari index register 8-bit dengan dua byte alamat yang mengikuti kode operasi. Isi dari kode operasi tidak dirubah. Instruksi ini memakan tiga byte, satu untuk kode operasi dan dua byte untuk offset 16-bit. Contoh: 0200 D6 03 77 LDA $377,X Pertama CPU akan membaca kode operasi $D6 yang menginstruksikan CPU untuk menggunakan mode pengalamatan indexed –16 bit offset. Kemudian CPU akan membaca high order alamat ($03) dari alamat memori $0201 dan membaca low order alamat ($77) dari alamat $0202. CPU akan menyusun alamat lengkap dengan menambahkan isi dari index register 8-bit dengan 16-bit alamat yang baru saja dibaca. Alamat ini diletakkkan dalam bus alamat dan kemudian operasi pembacaan data dilakukan.
F.   Relative
Mode pengalamatan relative ini digunakan hanya dalam instruksi percabangan. Instruksi percabangan, selain percabangan instruksi manipulasi bit, membangkitkan dua byte kode mesin: satu untuk kode operasi dan satu untuk offset relatifnya. Karena kemampuannya untuk bercabang ke dua arah, byte offset adalah bilangan bertanda dengan jangkauan –128 sampai +127. Jika kondisi percabangan TRUE, isi dari byte bertanda 8-bit yang mengikuti kode operasi akan ditambahkan dengan isi dari PC untuk membentuk alamat efektif percabangan; jika FALSE maka kontrol program akan terus ke instruksi di bawah instruksi percabangan. Programmer akan menspesifikasikan tujuan dari percabangan sebagai alamat absolute (dengan label atau alamat langsung). Kemudian assembler akan mengkalkulasi offset relatif 8-bit yang akan diletakkan di belakang kode memori dalam memori. Contoh: 0200 27 rr BEQ DEST.






 Pertama CPU akan membaca kode operasi $27. Bit CCR Z akan set jika hasil dari operasi aritmatika atau logika sebelumnya adalah nol. CPU kemudian akan membaca harga offset $rr dari alamat $0201. Setelah siklus ini, PC akan menunjukkan ke byte pertama dari instruksi berikutnya ($0202). Jika bit Z nol, maka tidak ada aksi apa-apa. Program akan terus ke instruksi berikutnya pada alamat $0202. Jika bit Z satu, CPU akan menambahkan nilai offset $rr ke isi dari PC sekarang untuk mendapatkan alamat tujuan dari percabangan. Hal ini menyebabkan eksekusi program berlanjut ke alamat baru (DEST).Tabel


maskun

About maskun -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :