BAB I
KONFIGURASI SERVER FTP
A. Konsep Protokol Pengiriman File (FTP)
Protokol pengiriman file atau biasa disebut FTP, File Transfer
Protocol, adalah sebuah protokol klien-server yang memungkinkan seorang
pemakai untuk mengirim atau menerima file dari dan ke sebuah tempat/mesin dalam
jaringan. Ia bekerja menurut aturan transport TCP dan sangat banyak digunakan
dalam jaringan internet. Meskipun demikian juga dapat digunakan pada jaringan
lokal, LAN.
Standar yang mendefinisikan FTP mendekripsikan bahwa semua operasi yang menggunakan sebuah alat operasi sederhana yang disebut model FTP. Model FTP mendefinisikan tugas-tugas dari peralatan yang berpartisipasi dalam sebuah perpindahan file, dan dua kanal komunikasi yang terbentuk diantaranya. Serta komponen-komponen FTP yang mengatur kedua kanal dan definisi terminologi yang digunakan untuk komponen-komponen tersebut.
Karena termasuk sebagai protokol klien-server,
klien FTP disebut sebagai user, hal ini karena para pengguna FTP menjalankan
FTP melalui sebuah mesin klien. Serangkaian operasi perangkat lunak FTP dalam
sebuah mesin disebut sebagai proses. Perangkat lunak FTP yang berjalan dalam
sebuah server disebut proses server FTP sedangkan yang berjalan di klien
disebut proses klien FTP.
1.
Kontrol koneksi FTP dan koneksi data
Konsep kritis dalam memahami FTP adalah bahwa seperti kebanyakan
protokol lain yang menggunakan protokol transport TCP, ia tidak hanya
menggunakan satu koneksi TCP melainkan menggunakan dua koneksi. Model FTP dirancang memerlukan dua kanal
logik komunikasi antara proses server dan klien FTP:
Ø Kontrol
koneksi, Ini merupakan koneksi logikal TCP yang dibuat ketika sebuah sesi FTP
diadakan. Ia memelihara throughput selama sesi FTP dan digunakan hanya untuk
melakukan pertukaran informasi control, seperti perintah FTP dan jawabannya. Ia
tidak digunakan untuk mengirim file-file.
Ø Koneksi
data, Setiap saat ketika data dikirimkan dari server ke klien atau sebaliknya,
sebuah koneksi data TCP nyata dibangun di antara mereka. Data dikirimkan
melalui koneksi data tersebut. Saat pengiriman file selesai, koneksi data ini
dihentikan.
Alasan
untuk menggunakan kanal-kanal yang berbeda ini adalah agar didapatkan
keleluasaan bagaimana protokol FTP ini digunakan.
Karena fungsi kontrol dan data dikomunikasikan melalui kanal yang
berbeda, model FTP membagi perangkat lunak pada tiap peralatan menjadi dua
komponen logikal protokol yang bertugas untuk masing-masing kanal. Protocol
interpreter (PI) adalah bagian dari perangkat lunak yang mengatur koneksi
berkaitan dengan pengiriman dan penerimaan perintah berikut jawabannya. Data
transfer process (DTP) bertanggung jawab terhadap pengiriman dan penerimaan
data antara klien dan server. Sebagai tambahan pada dua elemen di atas, pada
proses FTP user ditambahkan komponen ketiga yakni antar muka user untuk
berinteraksi dengan user FTP sebagai manusia, ia tidak ditambahkan pada sisi
server. Sehingga terdapat dua komponen proses FTP server dan tiga komponen
proses FTP user pada keseluruhan proses FTP. Untuk lebih jelas perhatikan
gambar 1.1, beserta penjelasan fungsi masing-masing elemen berikut ini.
Gambar 1.1 Model Operasi FTP
2.
Komponen-komponen proses FTP dan
terminologi
Proses
FTP server terdiri dari dua elemen protokol:
Ø Server Protocol Interpreter
(Server-PI): Juru bahasa/penghubung protocol yang bertanggung jawab untuk
mengatur control koneksi pada server. Ia mendengarkan
pada port khusus untuk FTP (port 21) untuk permintaan sambungan FTP yang masuk
dari user (klien). Saat sebuah sambungan terjadi, ia menerima perintah dari
User-PI, mengirim jawaban kembali dan mengelola proses transfer data server.
Ø Server
Data Transfer Process (Server-DTP): DTP
pada sisi server digunakan untuk mengirim atau menerima data dari atau ke
User-DTP (biasanya port 20). Server-DTP mungkin tidak hanya membangun
sebuah koneksi data atau mendengarkan suatu koneksi data yang dating dari user.
Ia juga berinteraksi dengan file system server local untuk menulis dan membaca
file-file.
Komponen-komponen
proses FTP user
Proses
FTP user terdiri dari tiga elemen protokol:
Ø User
Protocol Interpreter (User-PI): Juru bahasa/penghubung protokol yang
bertanggung jawab untuk mengatur kontrol koneksi pada klien. Ia menginisiasi
sesi FTP dengan mengirimkan permintaan ke Server-PI. Saat sebuah sambungan
terjadi, ia memroses perintah dari User-PI, mengirimkannya ke Server-PI dan
menerima jawaban-jawaban kembali’ Ia juga mengelola proses transfer data user.
Ø User Data Transfer Process (User-DTP):
DTP pada sisi user digunakan untuk mengirim atau menerima data dari atau ke
Server-DTP. User-DTP mungkin tidak hanya membangun
sebuah koneksi data atau mendengarkan suatu koneksi data yang dating dari
server. Ia juga berinteraksi dengan file system komponen-komponen local klien.
Ø User
Interface: Antar muka user menyediakan antar muka FTP yang lebih “friendly”
untuk pengguna manusia. Ia memungkinkan penggunaan perintah fungsi FTP yang
berorientasi pada pengguna ketimbang perintah internal FTP kriptik, dan juga
memungkinkan untuk menyampaikan pada pengguna hasil dan informasi sesi FTP yang
dilakukannya.
B.
Aplikasi Penggunaan Protokol FTP
1.
Macam-macam koneksi
Seperti
halnya sebagian besar hubungan klien-server lainnya, mesin klien membuka
koneksi ke server pada port tertentu dan server kemudian merespon klien pada
port tersebut. Ketika sebuah klien FTP terhubung ke server FTP membuka koneksi
ke port kontrol FTP 21. Kemudian klien memberitahu server FTP apakah akan
membangun koneksi aktif atau pasif. Jenis koneksi yang dipilih oleh klien
menentukan bagaimana server merespon dan transaksi port akan terjadi.
Ø Koneksi
aktif
Gambar 1.2 Koneksi FTP aktif
Ketika
sambungan aktif dijalankan, klien dari port tinggi mengirim permintaan ke port
21 pada server. Kemudian server membuka sambungan data ke klien dari port 20 ke
range port tinggi pada mesin klien. Semua data yang diminta dari server
kemudian dilewatkan melalui koneksi ini.
Ø Koneksi
pasif
Gambar 1.3 Koneksi FTP pasif
Ketika sambungan pasif (PASV) dijalankan,
klien dari port tinggi mengirim ke port 21 pada server, klien meminta server
FTP untuk membentuk koneksi port pasif, yang dapat dilaksanakan pada port yang
lebih tinggi dari 10.000. Server kemudian mengikat ke port nomor tinggi untuk
sesi khusus ini dan menyerahkan nomor port kembali ke klien. Klien kemudian
membuka port baru yang telah disetujui untuk koneksi data. Setiap data meminta
klien untuk membuat hasil dalam koneksi data terpisah. Kebanyakan klien FTP
modern mencoba untuk membuat sambungan pasif ketika meminta data dari server.
2.
Pada sisi
User
Gambar 1.4 Browser sebagai antar muka pengguna
FTP
FTP merupakan cara paling umum untuk melakukan proses pemindahan
file-file dari sebuah FTP server ke komputer pengguna, misalnya untuk mengunduh
file dokumen, gambar, program maupun file-file image DVD installer Linux. Juga
dapat melakukan pemindahan file-file dari komputer pengguna ke server misalnya
untuk keperluan hosting web pengguna.
Jika hanya memerlukan untuk mengunduh file-file dari situs
internet dapat pula dilakukan dengan menggunakan aplikasi browser sebagai antar
muka pengguna seperti dicontohkan pada Gambar 1.4. Aplikasi penggunaan protokol
FTP di sisi user/pengguna dilakukan dengan menggunakan antar muka pengguna FTP
klien untuk dapat memindah sejumlah file yang besar atau folder dengan lebih
mudah dan efisien.
Sistem operasi yang saat ini banyak digunakan biasanya sudah
dilengkapi dengan aplikasi FTP clent yang berbasis teks. Seperti ditunjukkan
pada Gambar 1.5 di bawah ini adalah aplikasi FTP clent berbasis teks command
DOS pada system operasi Windows.
Gambar 1.5 Command DOS pada MS Windows
sebagai antar muka pengguna FTP
Perintah untuk memulai aplikasi FTP klien adalah dengan mengetik C:>
ftp maka prompt akan berubah menjadi ftp> jika ingin menghubungi server
192.168.0.2 dilakukan dengan mengetikkan ftp>open 192.168.0.2. Sebelum
terjadi koneksi kita akan diminta menuliskan username dan password, sebagai
user kebanyakan maka kita isikan username User
<192.168.0.2:<none>>: anonymous kemudian Password:
bambang@gmail.com (alamat email dan tidak terbaca waktu diketikkan). Jika
berhasil maka server akan menjawab 230 Logged on lalu muncul prompt ftp>
berarti saat itu kita sudah terkoneksi dengan Server FTP 192.168.0.2.
Selanjutnya kita bisa melakukan aplikasi kirim terima file. Langkah memulai
aplikasi FTP klien pada DOS (gambar 3) sama dengan yang dapat dilakukan pada
terminal UNIX/Linux.
Terdapat banyak sekali aplikasi antar muka dari pihak ketiga (3rd
party software) FTP klien tidak berbayar yang dapat diunduh dari situs-situs
internet yang dapat diinstal pada system operasi komputer. Salah satunya adalah
Filezilla (Gambar 1.6) yang mampu berjalan di atas system operasi Windows,
Linux maupun Mac berbasis grafis dan dapat diunduh dari URL
http://filezilla-project.org/ download.php. Antar muka FTP klien yang lain
misalnya: WinFTP, FireFTP, FTPExplorer, CyberDuck, CuteFTP, dan masih banyak
lagi yang gratis maupun berbayar.Pada kebanyakan aplikasi antar muka FTP klien
ditampilkan dengan bentuk grafis dan menampilkan proses koneksi data, direktori
server FTP dan direktori komputer lokal.
Gambar 1.6 Klien FTP Filezilla sebagai
antar muka pengguna FTP
Pada saat akan
dimulai proses koneksi pengguna diwajibkan untuk masuk menggunakan username,
untuk pengguna umum biasanya masuk dengan anonymous, lalu harus mengisikan
password, biasanya berupa alamat email. Hal tersebut
merupakan proses yang terjadi pada kanal port 21 kontrol koneksi aplikasi FTP.
Setelah tersambung, baru dapat melakukan koneksi data, yakni proses kirim
terima data pada kanal port yang lain. Karena proses kerja protokol FTP menggunakan
dua kanal/port TCP.
3.
Pada sisi
Server
FTP server adalah suatu server yang menjalankan piranti
lunak/software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file
sehingga server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan
(request) dari FTP klien. Port standar yang digunakan oleh Server FTP adalah
21. Ketika user mencoba untuk log in, server FTP menggunakan standar system
panggilan untuk memeriksa username dan password dengan membandingkan yang ada
pada file password system. Jika berhasil login dengan benar user diberi akses
untuk masuk ke Server FTP, maka user/klien dapat men-mengunduh, mengunggah,
mengganti nama file, menghapus file, dll sesuai dengan ijin/ permission yang
diberikan oleh FTP server.
Tujuan dari FTP server adalah sebagai
berikut :
Ø Untuk tujuan sharing data, menyediakan
indirect atau implicit remote computer
Ø Untuk menyediakan tempat penyimpanan
bagi user
Ø Untuk menyediakan transfer data yang
reliable dan efisien
Berbeda dengan antar muka FTP klien yang telah disediakan oleh
system operasi kebanyakan dewasa ini, piranti lunak Server FTP harus diinstal
dan dikonfigurasi sendiri. Kebanyakan piranti lunak Server FTP bisa didapatkan
dengan gratis, mereka biasanya dibuat khusus untuk masing-masing platform
system operasi. Demikian juga platform windows, system operasi tidak
menyertakan aplikasi Server FTP di dalamnya, kita bisa mengaplikasikan server
FTP di windows server dengan menginstal melalui menu Add Remove Program,
Application Server, IIS (Internet Information Services) pada pilihan FTP
Services. Sistem windows server akan menggunakan CD/DVD installer untuk
melakukan instalasi server FTP hingga selesai dan server FTP siap untuk
digunakan.
Piranti lunak aplikasi FTP server dari pihak ke-3 seperti Filezilla
Server yang berbasis grafis juga dapat dinstal dan dioperasikan pada platform
windows seperti gambar 1.7 di bawah ini.
Gambar 1.7 FTP Server Filezilla pada
SO Windows
Untuk platform SO Linux/UNIX server FTP standar / tradisional
sudah disertakan di dalamnya yakni dapat dieksekusi melalui inetd (daemon
superserver internet).
BAB II
KONFIGURASI SERVER E-MAIL
1)
Konsep dan
Prinsip Kerja Surat Elektronik (eMail)
Seandainya kita memiliki klien e-mail di
komputer kita, kita siap untuk mengirim dan menerima e-mail. Semua yang kita
butuhkan adalah sebuah server surat elektronik atau server e-mail untuk memberi
layanan para klien yang tersambung. Mari kita bayangkan seperti apa server
e-mail yang paling sederhana dan mungkin akan membantu untuk mendapatkan
pemahaman dasar tentang proses kerja surat elektronik.
Seperti halnya server layanan FTP, DNS dll.
Aplikasi ini berjalan sepanjang waktu pada mesin server dan mereka mendengarkan
port tertentu, menunggu orang atau program untuk mengkoneksi ke port. Yang
paling sederhana mungkin server e-mail akan bekerja seperti ini:
Ø Mail
server akan memiliki daftar akun e-mail, dengan satu akun untuk setiap orang
yang dapat menerima e-mail di server. Nama akun saya mungkin mbrain, Joko
Priyono mungkin jpri, dan sebagainya.
Ø Mailserver
akan memiliki file teks untuk setiap akun dalam daftar. Jadi, server akan
memiliki file teks dalam direktori yang bernama MBRAIN.TXT, lain bernama
JPRI.TXT, dan sebagainya.
Ø Jika
seseorang ingin mengirim saya pesan, orang tersebut akan menulis pesan teks
("Marsel, Bisakah kita makan siang hari Senin? Joko") dalam sebuah
e-mail klien, dan menunjukkan bahwa pesan harus pergi ke mbrain. Ketika
seseorang menekan tombol Send, klien e-mail akan terhubung ke server e-mail dan
meneruskan ke server nama penerima (mbrain), nama pengirim (jpri) dan tubuh
pesan.
Ø Server
akan memformat potongan-potongan informasi dan menambahkannya ke bagian bawah
file MBRAIN.TXT. Entri dalam file tersebut akan terlihat seperti ini:
Ø From:
jpri To: mbrain Marsel, Bisakah kita makan siang hari Senin? Joko
Ada beberapa informasi lain yang server akan
menyimpan ke file, seperti waktu dan tanggal penerimaan dan baris subjek,
secara keseluruhan, kita dapat melihat bahwa ini adalah proses yang sangat
sederhana.
Gambar 2.1 Prinsip kerja pengiriman
surat elektronik
Seperti orang lain mengirim mail ke mbrain,
server hanya akan menambahkan pesan tersebut ke bawah file dalam urutan bahwa
mereka tiba. File teks akan menumpuk serangkaian lima atau 10 pesan, dan
akhirnya saya akan masuk untuk membacanya. Ketika saya ingin melihat e-mail
saya, klien e-mail saya akan terhubung ke mesin server. Dalam sistem yang
paling sederhana, itu akan:
Ø
Meminta server untuk mengirimkan
salinan file MBRAIN.TXT
Ø Meminta
server untuk menghapus dan me-reset file MBRAIN.TXT
Ø Simpan
file MBRAIN.TXT pada mesin lokal saya
Ø Mengurai
file ke dalam pesan terpisah (menggunakan kata "From:" sebagai
pemisah)
Ø Menunjukkan
semua header pesan dalam daftar
Ketika saya mengklik ganda pada header pesan,
akan mendapatkan pesan dalam file teks lengkap menunjukkan seluruh tubuhnya.
Seperti yang kita lihat, ini adalah sistem yang sangat sederhana. Anehnya,
sistem e-mail nyata yang kita gunakan setiap hari tidak jauh lebih rumit dari
ini.
Bagi sebagian besar orang sekarang, sistem
e-mail yang sebenarnya terdiri dari dua server yang berbeda berjalan pada mesin
server. Satu disebut server SMTP, di mana SMTP singkatan dari Simple Mail
Transfer Protocol. Server SMTP menangani surat keluar. Yang lain adalah baik
server POP3 atau IMAP server, yang keduanya menangani surat masuk. POP
singkatan dari Post Office Protocol, dan IMAP singkatan dari Internet Mail
Access Protocol. Sebuah server e-mail yang khas terlihat seperti ini:
SMTP server mendengarkan pada port 25
yang sudah kita ketahui bersama, POP3 mendengarkan pada port 110 dan IMAP
menggunakan port 143.
Gambar 2.2 Sistem sebuah server surat
elektronik
2)
Server-Server
Pada Sistem Surat Elektronik
a) Server SMTP
Setiap kali kita mengirim sepotong e-mail, klien e-mail kita
berinteraksi dengan server SMTP untuk menangani pengiriman. SMTP server untuk
host kita mungkin memiliki percakapan dengan server SMTP lain untuk mengirimkan
e-mail. Mari kita asumsikan bahwa saya ingin mengirimkan sepotong e-mail.
E-mail ID saya adalah mbrain, dan saya memiliki akun di garudayaksa.com. Saya
ingin mengirim e-mail ke jpri@dadali.com. Saya menggunakan e-mail klien yang
berdiri sendiri seperti Mozilla Thunderbird atau Outlook Express.
Ketika saya menset-up akun saya di garudayaksa, saya mengatur
Outlook Express nama mail server - mail.garudayaksa.com. Ketika saya menulis
pesan dan menekan tombol Send, inilah yang terjadi:
Ø Outlook
Express menghubungkan diri ke server SMTP di mail.garudayaksa.com menggunakan
port 25.
Ø Outlook
Express melakukan percakapan dengan server SMTP, memberitahu server SMTP alamat
pengirim dan alamat penerima, serta tubuh pesan.
Ø SMTP
server mengambil "ke" alamat (jpri@dadali.com) dan mengelompokkannya
menjadi dua bagian: nama penerima (jpri) dan nama domain (dadali.com). Jika
"ke" adalah alamat pengguna lain di garudayaksa.com, server SMTP
hanya akan menyerahkan pesan ke server POP3 untuk garudayaksa.com (menggunakan program
kecil yang disebut agen pengiriman). Karena penerima di domain lain, SMTP perlu
berkomunikasi dengan domain tersebut.
Ø Server
SMTP memiliki percakapan dengan Domain Name Server, atau DNS (lihat Bagaimana
Web Server Bekerja untuk rincian). Ia mengatakan, "Dapatkah Anda memberi
saya alamat IP dari server SMTP untuk dadali.com?" DNS itu menjawab dengan
satu atau lebih alamat IP untuk server SMTP yang beroperasi untuk dadali.
Ø Server
SMTP di garudayaksa.com menghubungkan diri dengan server SMTP di dadali
menggunakan port 25. Mereka memiliki percakapan teks sederhana yang mengatakan
bahwa klien e-mail saya telah meminta server SMTP untuk garudayaksa untuk
memberikan pesan ke server dadali. Server dadali mengakui bahwa nama domain
untuk jpri adalah di dadali, sehingga memindahkan pesan ke server POP3 dadali,
yang menempatkan pesan di kotak surat jpri di situ.
Jika, karena beberapa alasan, server SMTP di garudayaksa tidak
dapat terhubung dengan server SMTP di dadali, maka pesan masuk ke antrian. SMTP
server pada kebanyakan mesin menggunakan program yang disebut sendmail untuk
melakukan pengiriman aktual, sehingga antrian ini disebut antrian sendmail.
Sendmail secara berkala akan mencoba untuk mengirim pesan dalam antrian nya.
Sebagai contoh, mungkin coba lagi setiap 15 menit. Setelah empat jam, biasanya
akan mengirimkan sepotong surat yang memberitahu kita ada semacam masalah.
Setelah lima hari, kebanyakan konfigurasi sendmail menyerah dan kembali surat
kepada Anda tidak terkirim.
Server SMTP menggunakan perintah teks yang sangat sederhana
seperti HELO, MAIL, RCPT dan DATA. Perintah yang paling umum adalah:
Ø HELO
- memperkenalkan diri
Ø EHLO
- memperkenalkan diri dan modus permintaan diperpanjang
Ø MAIL
FROM: - menentukan pengirim
Ø RCPT
TO: - menentukan penerima
Ø DATA
- menentukan batang tubuh pesan (Kepada, Dari dan Subyek harus menjadi tiga
baris yang pertama.)
Ø RSET
– ulang
Ø QUIT
- berhenti dari sesi
Ø HELP
- mendapatkan bantuan pada perintah
Ø VRFY
- memverifikasi alamat
Ø EXPN
- memperluas alamat
Ø VERB
– verbose, memperbanyak kata
b)
Server POP3
Dalam implementasi sederhana POP3, server benar-benar menjaga
koleksi file teks - satu untuk setiap akun e-mail. Ketika pesan tiba, server
POP3 hanya menambahkan ke bagian bawah file penerima.
Ketika Anda memeriksa e-mail Anda, klien e-mail Anda terhubung ke
server POP3 menggunakan port 110. Server POP3 membutuhkan nama account dan
password. Setelah Anda login, server POP3 membuka file teks Anda dan
memungkinkan Anda untuk mengaksesnya. Seperti server SMTP, server POP3 mengerti
satu set yang sangat sederhana dari perintah teks. Berikut adalah perintah yang
paling umum:
Ø USER
- masukkan ID pengguna Anda
Ø PASS
- masukkan password Anda
Ø QUIT
- berhenti server POP3
Ø LIST
- daftar pesan dan ukuran
Ø RETR
- mengambil pesan, menambahkan sebuah nomor pesan
Ø DELE
- menghapus pesan, menambahkan sebuah nomor pesan
Ø TOP
- menunjukkan garis atas x pesan, meloloskan sejumlah pesan dan jumlah baris
E-mail klien kita terhubung ke server POP3 dan mengeluarkan
serangkaian perintah untuk membawa salinan pesan e-mail kita ke komputer lokal
kita. Umumnya, ia akan menghapus pesan yang telah diunduh dari server (kecuali
kita telah mengatur melalui e-mail klien agar tidak menghapus setelah diunduh).
Terlihat bahwa server POP3 hanya bertindak sebagai antarmuka
antara e-mail klien dan file teks yang berisi pesan kita. Kita juga dapat
melihat bahwa server POP3 sangat sederhana. Kita dapat terhubung ke server POP3
melalui telnet pada port 110 dan menjalankan perintah sendiri jika kita ingin
(Seperti saat mengatur kerja Server Web dengan bantuan telnet ke server).
c)
Server IMAP
Seperti yang kita lihat, protokol POP3 sangat sederhana. Hal ini
memungkinkan kita untuk memiliki koleksi pesan yang disimpan dalam sebuah file
teks di server. E-mail klien kita (misalnya Outlook Express) dapat terhubung ke
POP3 server e-mail kita dan mengunduh pesan dari file teks POP3 ke PC kita. Itu
adalah tentang semua yang dapat kita lakukan dengan POP3.
Banyak pengguna yang ingin melakukan jauh lebih lagi dengan e-mail
mereka, dan mereka ingin e-mail mereka untuk tetap di server. Alasan utama
untuk menjaga e-mail kita pada server adalah agar memungkinkan pengguna melakukan
koneksi dari berbagai mesin. Dengan POP3, setelah kita mengunduh e-mail, mereka
itu akan berada tetap pada mesin yang kita gunakan untuk mengunduh. Jika kita
ingin membaca e-mail baik pada mesin desktop kita dan atau laptop kita
(tergantung pada apakah kita akan bekerja di kantor atau di jalan), POP3 akan
menyulitkan keperluan itu.
IMAP (Internet Mail Access Protocol) adalah protokol yang lebih
canggih yang memecahkan dapat masalah tersebut. Dengan IMAP, email kita akan
tetap berada di server e-mail. Kita dapat mengatur email ke dalam folder, dan
semua folder berada di server juga. Ketika kita mencari e-mail yang diperlukan,
pencarian dilakukan pada mesin server, bukan pada mesin kita. Pendekatan ini
membuat menjadi sangat mudah bagi kita untuk mengakses e-mail dari mesin
apapun, dan terlepas dari komputer mana yang kita gunakan, kita memiliki akses
ke semua mail dalam semua folder yang telah kita buat.
E-mail Klien kita terhubung ke server IMAP menggunakan port 143.
E-mail klien kemudian mengeluarkan seperangkat perintah teks yang memungkinkan
untuk melakukan hal-hal seperti daftar semua folder di server, daftar semua
header pesan dalam folder, mendapatkan pesan e-mail tertentu dari server,
menghapus pesan pada server atau pencarian melalui semua e-mail pada server.
3)
Permasalahan
Pada IMAP Dan Lampiran (Attachment)
Salah satu masalah yang bisa timbul dengan
IMAP berkenaan dengan pertanyaan sederhana ini: "Jika semua e-mail saya
disimpan di server, maka bagaimana saya bisa membaca surat saya jika saya tidak
terhubung ke Internet" Untuk mengatasi masalah ini, kebanyakan e-mail
klien memiliki beberapa cara untuk melakukan cache e-mail pada mesin lokal
mereka. Sebagai contoh, klien akan mendownload/mengunduh semua pesan dan
menyimpan secara lengkap e-mail pada mesin lokal (seperti jika sedang
menggunakan server POP3). Pesan masih ada pada server IMAP, tapi kita sekarang
memiliki salinan pada mesin kita. Hal ini memungkinkan kita untuk membaca dan
membalas e-mail bahkan jika kita tidak memiliki koneksi ke Internet. Suatu saat
kita memiliki sambungan sambungan ke internet, kita dapat mendownload semua
pesan baru yang kita terima saat terputus dengan internet dan mengirim semua
surat yang kita tulis saat terputus.
Lampiran (attachment)
E -mail klien
memungkinkan kita untuk menambahkan lampiran ke pesan e - mail yang kita kirim,
dan juga memungkinkan kita untuk menyimpan lampiran dari pesan yang kita terima
. Lampiran mungkin termasuk dokumen pengolah kata , spreadsheet , file suara ,
foto , dan bagian-bagian perangkat lunak . Biasanya , lampiran bukan teks (
jika teks, kita dapat memasukkannya dalam tubuh pesan).. Karena pesan e -mail
dapat berisi informasi teks saja , dan lampiran tidak teks , ada masalah yang
perlu diselesaikan .
Pada awal-awal
penggunaan e -mail , kita memecahkan masalah ini dengan cara terpisah ,
menggunakan program yang disebut uuencode . Program uuencode mengasumsikan
bahwa file tersebut berisi informasi biner . Merupakan ekstrak 3 byte dari file
biner dan mengubahnya menjadi empat karakter teks (yaitu , dibutuhkan 6 bit
pada satu waktu , menambahkan 32 dengan nilai 6 bit dan menciptakan karakter
teks – pelajari lagi Bagaimana Bits dan Bytes Bekerja untuk pemahaman lebih
lanjut tentang karakter ASCII ) . Apa yang dihasilkan oleh proses uuencode,
adalah versi file biner asli yang telah dikodekan dan hanya berisi karakter
teks . Pada awal-awal penggunaan e -mail , kita akan menjalankan sendiri proses
uuencode dan mempaste file uuencode ke dalam pesan e -mail kita .
Mengingat dampak
yang luar biasa terhadap masyarakat, selalu melakukan perbaikan cara kita
berkomunikasi , sistem e -mail dewasa ini adalah salah satu hal paling
sederhana yang pernah disusun! Ada bagian dari sistem, seperti aturan routing
di sendmail yang cukup rumit , tetapi sistem dasarnya sangat mudah . Saat kita
mengirim e - mail, kita akan tahu persis bagaimana pesan itu sampai ke tujuan.
BAB III
KONFIGURASI SERVER WEB MAIL
1)
Konsep
Webmail
Webmail
(atau email berbasis web) adalah klien
email yang diimplementasikan sebagai aplikasi web dan diakses melalui web
browser. Contoh penyedia webmail antara lain AOL Mail, Gmail, Outlook.com
dan Yahoo! Mail. Hampir setiap penyedia webmail menawarkan akses email
menggunakan klien webmail, dan banyak dari mereka juga menawarkan akses email
dengan klien email desktop menggunakan protokol email standar , sementara
banyak penyedia layanan internet menyediakan klien webmail sebagai bagian dari
layanan email termasuk dalam paket layanan internet mereka.
Seperti
halnya aplikasi web, keuntungan utama webmail dibandingkan dengan penggunaan
klien email desktop adalah kemampuan untuk mengirim dan menerima email di mana
saja dari browser web. Kerugian utamanya adalah kebutuhan untuk terhubung ke
internet saat menggunakan aplikasi webmail.
a)
Implementasi
awal webmail
Pada awal-awal
penggunan web, sekitar tahun 1994 dan 1995, beberapa orang bekerja agar
memungkinkan email dapat diakses melalui web browser.
Di Eropa, ada tiga implementasi, Soren
Vejrum dengan "WWW Mail", Luca Manunza dengan
"WebMail", dan Remy Wetzels dengan "WebMail" lain yang
berbeda, sedangkan di Amerika Serikat, Matt Mankins menulis "WebEx".
Tiga dari aplikasi awal adalah skrip perl yang meliputi kode sumber penuh dan
tersedia untuk di- download. Versi Remy Wetzels 'adalah sebuah program CGI yang
ditulis dalam C di Unix.
Juga pada tahun 1994, Bill Fitler, yang sementara bekerja pada
Lotus cc: Mail di Mountain View, California, mulai bekerja pada sebuah
implementasi dari email berbasis web merupakan program CGI yang ditulis dalam C
pada Windows NT, dan menunjukkan secara terbuka di Lotusphere pada tanggal 24
Januari, 1995.
Soren Vejrum dengan "WWW Mail" yang ia ditulis ketika ia
belajar dan bekerja di Copenhagen Business School di Denmark, dan dirilis pada
28 Februari 1995, Luca Manunza dengan "WebMail". Ditulis ketika ia
bekerja di CRS4 di Sardinia, dengan rilis sumber pertama pada 30 Maret 1995.
Remy Wetzels dengan "WebMail" ditulis. saat dia belajar di Eindhoven
University of Technology di Belanda untuk DSE dan dirilis awal Januari, 1995.
Di Amerika Serikat, Matt Mankins, di bawah pengawasan Dr Burt Rosenberg di
University of Miami, merilis sumber kode aplikasi "WebEx" di posting
ke comp.mail.misc pada tanggal 8 Agustus 1995, meskipun telah digunakan sebagai
aplikasi email utama di Sekolah Arsitektur di mana Mankins bekerja untuk
beberapa bulan sebelumnya.
Sementara itu, implementasi webmail Bill Fitler telah dikembangkan
lebih lanjut sebagai produk komersial oleh Lotus, diumumkan dan dirilis pada
musim gugur tahun 1995 sebagai cc: Mail for the World Wide Web 1.0, sehingga
memberikan alternatif cara mengakses cc: penyimpanan pesan Mail (biasa berarti
menjadi cc:. aplikasi desktop Mail yang dioperasikan baik melalui dialup atau
dalam batas-batas jaringan area lokal).
Komersialisasi awal dari webmail juga dicapai ketika
"WebEx"-dengan tidak ada hubungannya dengan perusahaan konferensi web
-mulai dijual oleh perusahaan Mankins, DotShop, Inc, pada akhir tahun 1995.
Dalam DotShop, "WebEx" berubah nama menjadi "EMUmail", yang
akan dijual ke perusahaan seperti UPS dan Rackspace sampai dijual ke Accurev
pada tahun 2001. EMUmail adalah salah satu aplikasi pertama yang memiliki fitur
versi gratis yang mengandung iklan serta versi berlisensi yang tidak ada
iklannya. Saat Hotmail mengembangkan webmail di pasar alamat email gratis,
EMUmail juga mulai mengembangkan MollyMail, layanan untuk pengguna untuk dapat
memeriksa email yang ada dari web. Setelah akuisisi Accurev, EMUmail tidak lagi
mendukung SMTP.com layanan pengiriman email yang masih dijual saat ini.
b)
Kelanjutan
perkembangan webmail
Seperti saat tahun 1990-an webmail berkembang, dan sampai tahun
2000-an, menjadi lebih umum bagi masyarakat umum untuk memiliki akses ke
webmail karena:
Ø banyak
penyedia layanan internet (seperti EarthLink) dan penyedia web hosting (seperti
Verio) mulai mengemas layanan webmail mereka menjadi satu (sering secara
paralel dengan layanan POP / SMTP);
Ø banyak
perusahaan lain (seperti perguruan tinggi dan perusahaan besar) juga mulai
menawarkan webmail sebagai suatu cara bagi masyarakat pengguna untuk mengakses
email mereka (baik yang dikelola sendiri secara lokal maupun outsourcing);
Ø penyedia
layanan webmail (seperti Hotmail dan Rocketmail) muncul pada tahun 1996 sebagai
layanan gratis untuk masyarakat umum, dan dengan cepat mendapatkan popularitas.
Dalam beberapa kasus, perangkat lunak aplikasi webmail
dikembangkan oleh organisasi dengan menjalankan dan mengelola aplikasi sendiri,
dan dalam beberapa kasus dapat diperoleh dari perusahaan perangkat lunak yang
mengembangkan dan menjual aplikasi tersebut, biasanya sebagai bagian dari paket
server mail terintegrasi (contoh awal menjadi Netscape Messaging Server). Pasar
untuk perangkat lunak aplikasi webmail berlanjut terus ke 2010-an
c)
Rendering
dan kompatibilitas
Pengguna email
yang menggunakan kedua aplikasi klien webmail dan klien desktop dengan
menggunakan protokol POP3 akan mendapatkan beberapa
kesulitan. Sebagai contoh, pesan email yang didownload oleh klien desktop akan
dihapus dari server akan tidak lagi tersedia bagi klien webmail. Untuk
mengatasi hal tersebut, pengguna terbatas untuk melihat pratinjau pesan menggunakan
klien webmail sebelum pesan-pesan email didownload oleh klien email desktop.
Sebaliknya, penggunaan kedua aplikasi klien webmail dan klien
desktop yang menggunakan protokol IMAP4 memungkinkan untuk melihat isi kotak
surat yang akan ditampilkan secara konsisten baik di webmail dan klien desktop
dan tindakan pengguna melakukan pesan-pesan dalam satu antarmuka akan tercermin
ketika email diakses melalui antarmuka lainnya .
Ada perbedaan signifikan dalam hal kemampuan
penterjemahan/rendering untuk berbagai layanan webmail populer seperti Gmail ,
Outlook.com dan Yahoo! Mail. Karena cara perlakuan berbagai tag HTML , seperti
<style> dan <head> , serta inkonsistensi penterjemahan/rendering
CSS, utamanya perusahaan pemasaran email yang masih bergantung pada teknik
pengembangan web cara lama untuk mengirim email cross-platform.
d)
Masalah
privasi
Meskipun setiap penyedia layanan email dapat membaca email yang
tersimpan di server-nya (kecuali dienkripsi), perlu diperhatikan hal khusus
tentang webmail. Layanan webmail paling populer cenderung menggunakan filter
online terhadap iklan yang menjengkelkan dan spam (sebagai ganti penyaring
berbasis klien). Layanan ini melalui email mencari kata-kata target tertentu
dan meskipun penyedia layanan mengklaim bahwa tidak ada manusia lain yang
membaca email beberapa penyedia layanan webmail telah dipaksa agar memberi
kemungkinan bagi pengguna untuk memilih keluar dari fitur ini. Karena web
browsing diharapkan sebagai cara untuk melihat inbox, penyedia layanan webmail
wajib menyimpan email untuk waktu yang lebih lama dari penyedia layanan email
biasa, yang sering menghapus email dari server mereka setelah memberitahu ke
klien email pengguna.
Kekhawatiran lain adalah kenyataan bahwa banyak penyedia layanan
webmail yang berbasis di Amerika Serikat dan karena itu tunduk pada Patriot
Act, yang berarti bahwa otoritas AS dapat menuntut bahwa perusahaan harus
menyerahkan informasi apa pun yang dimiliki oleh pengguna, tanpa harus
memberitahu pengguna, terlepas dari negara manapun di mana pengguna tinggal
atau di mana informasi tersebut disimpan.
Rangkuman
Ø
Webmail (atau email berbasis web) adalah klien email
yang diimplementasikan sebagai aplikasi web dan diakses melalui web browser.
Ø
Server
webmail merupakan gabungan kerja antara web server, SMTP server, POP3 dan IMAP4
server
Ø
Keuntungan utama webmail dibandingkan dengan
penggunaan klien email desktop adalah kemampuan untuk mengirim dan menerima
email di mana saja dari browser web. Kerugian utamanya adalah kebutuhan untuk
terhubung ke internet saat menggunakan aplikasi webmail.
Ø
Klien desktop yang menggunakan protokol IMAP4
memungkinkan untuk melihat isi kotak surat yang akan ditampilkan secara
konsisten baik di webmail dan klien desktop.
Ø
Antar
muka web yang diakses oleh klien merupakan CMS (Content Management System)
salah satu yang cukup dikenal adalah SquirrelMail. Tampilan Squirrelmail dapat
dimodifikasi sesuai keinginan organisasi penggunanya dengan cara mengubah
coding html squirrelmail.
BAB
IV
KONFIGURASI SERVER REMOTE
1) Konsep Server Remote
Server Remote adalah sebuah server
yang didedikasikan untuk menangani pengguna yang tidak pada LAN tapi
membutuhkan akses jarak jauh untuk itu. Remote akses
server memungkinkan pengguna untuk mendapatkan akses ke file dan layanan cetak
di LAN dari lokasi terpencil. Sebagai contoh, pengguna yang memanggil ke
jaringan dari rumah menggunakan modem analog atau koneksi ISDN akan mendial ke
server akses remote. Setelah pengguna dikonfirmasi ia dapat mengakses drive dan
printer bersama seolah-olah ia secara fisik terhubung ke LAN kantor.
Kita dapat menggunakan misalnya perintah
telnet untuk login secara remote ke sistem lain pada jaringan kita. Sistem ini
dapat berada di jaringan area lokal atau melalui koneksi internet. Telnet
beroperasi seolah-olah kita sedang log in ke sistem lain dari remote terminal.
Kita akan diminta untuk menggunakan nama login dan password. Akibatnya, kita
login ke akun lain pada sistem lain. Bahkan, jika kita memiliki akun di sistem
lain, kita bisa menggunakan Telnet untuk masuk ke dalamnya.
2) Telnet
a)
Server Telnet
Telnet adalah sebuah utilitas standar Internet
dan berdasarkan protokol lihat (Request For Comment, RFC) 854. RFC ini
menetapkan metode untuk transmisi dan menerima karakter ASCII tidak terenkripsi
(plaintext) di dalam jaringan. Anda dapat menggunakan klien Telnet berjalan
pada satu komputer untuk menghubungkan ke sesi berbasis baris perintah untuk
menjalankan aplikasi. Hanya antarmuka berbasis karakter dan beberapa aplikasi
yang didukung. Tidak ada kemampuan grafis di lingkungan Telnet. Telnet terdiri
dari dua komponen: Telnet klien dan Telnet Server. Dokumen RFC yang
mendefinisikan Telnet bisa didapatkan di web Internet Engineering Task Force
(IETF).
Telnet Server melayani sesi remote untuk
Telnet klien. Ketika Telnet Server aktif berjalan pada komputer, pengguna dapat
terhubung ke server dengan menggunakan klien Telnet dari komputer remote.
Telnet Server diimplementasikan di Windows sebagai layanan yang dapat
dikonfigurasi untuk selalu aktif, bahkan ketika tidak ada orang yang login ke
server.
Ketika klien Telnet terhubung ke komputer yang
menjalankan Telnet Server, pengguna remote diminta untuk memasukkan nama
pengguna dan kata sandi. Nama pengguna dan kombinasi sandi harus menjadi salah
satu yang berlaku pada Telnet Server. Telnet Server pada Windows mendukung dua
jenis otentikasi: NTLM dan Password (atau plaintext).
Setelah login, pengguna dilayani dengan antar
muka command prompt yang dapat digunakan seolah-olah hal itu telah dimulai
secara lokal pada server konsol. Perintah yang anda ketik pada klien Telnet
command prompt dikirim ke Telnet Server dan dieksekusi di sana, seolah-olah
Anda secara lokal login untuk sesi command prompt di server. Output dari
perintah yang Anda jalankan akan dikirim kembali ke klien Telnet sehingga
mereka ditampilkan bagi Anda untuk melihat
Telnet tidak mendukung aplikasi yang
memerlukan antarmuka grafis. Namun, Telnet Server dan Telnet Klien memahami
karakter khusus yang menyediakan beberapa tingkat format dan posisi kursor
dalam jendela Telnet klien. Telnet Server dan Telnet Klien mendukung emulasi
dari empat jenis terminal: ANSI, VT-100, VT-52, dan VT-NT.
Pada Windows Server 2008, Anda dapat
menginstal Telnet Server dengan menggunakan wizard Tambah Fitur di Server
Manager. Meskipun Server Manager akan terbuka secara default ketika anggota
dari grup Administrator masuk/log on ke komputer, Anda juga dapat membuka
Server Manager dengan menggunakan perintah pada menu Start di Administrative
Tools, dan dengan membuka Programs di Control Panel. Pada Windows Vista dan
versi kemudian, Anda dapat menginstal Telnet Server (dan Telnet klien) dengan
membuka Control Panel, kemudian Programs, dan kemudian Mengaktifkan fitur
Windows atau menonaktifkan, Turn Windows features on or off.
Aplikasi telnet server juga dapat dijalankan
di server dengan system operasi lain, misalnya UNIX dan beberapa distro LINUX
lain.
b)
Telnet klien
Implementasi Telnet awalnya gagal untuk
operasi dupleks setengah (half duplex). Ini berarti bahwa lalu lintas data yang
hanya bisa pergi dalam satu arah pada satu waktu dan memerlukan tindakan khusus
untuk menunjukkan akhir dari lalu lintas satu arah sehingga lalu lintas
sekarang dapat mulai ke arah lain. [Ini mirip dengan penggunaan
"roger" dan "over" oleh operator amatir dan radio CB.]
Tindakan spesifik adalah dimasukkannya karakter GA (go ahead) dalam aliran
data. Link modern sudah memungkinkan operasi dua arah (bi-directional) dan
"menekan pergi ke depan" pilihan diaktifkan.
Aplikasi utilitas telnet (klien) saat ini
sudah disertakan dalam system operasi apa pun yang kita gunakan. Kita dapat
menjalankan utilitas Telnet dengan mengetikkan kata telnet. Jika kita tahu nama
situs yang ingin dihubungi, kita dapat memasukkan telnet dan nama situs pada
baris perintah Windows command atau Linux.
Contoh implementasi aplikasi telnet pada
windows command:
C:\>telnet
Microsoft (R) Windows NT (TM) Version
4.00 (Build 1381)
Welcome to Microsoft Telnet Klien
Telnet Klien Build 5.00.99034.1
Escape Character is 'CTRL+]'
Microsoft Telnet> open sfusrvr
**** Layar akan dibersihkan (clear)
dan informasi berikut akan ditampilkan:
Microsoft (R) Windows NT (TM) Version
4.00 (Build 1381)
Welcome to Microsoft Telnet Service
Telnet Server Build 5.00.99034.1
login: sfu
password: ********
**** Layar akan dibersihkan (clear)
dan informasi berikut akan ditampilkan:
*=========================================================
Welcome to Microsoft Telnet Server.
*=========================================================
C:\>
Selanjutnya kita bisa bekerja seolah-olah
berada di mesin computer yang berhasil kita hubungi dengan aplikasi telnet.
Akan tetapi meskipun bekerja pada konsol layar yang sama dengan aplikasi lain
yang sedang kita jalankan di komputer kita, aplikasi telnet tetap merupakan
pekerjaan di komputer lain (remote machine).
3) Secure Shell (SSH)
Telnet dan FTP adalah protokol yang terkenal
tapi mereka mengirim data dalam format teks biasa, yang dapat ditangkap oleh
seseorang dengan menggunakan sistem lain pada jaringan yang sama, termasuk
Internet. Sehingga data yang dikomunikasikan dapat dengan mudah dibaca oleh
orang, sehingga menjadi kurang aman untuk data-data penting yang harus
dilindungi.
Secure Shell (SSH) adalah sebuah protokol
jaringan kriptografi (disandikan) untuk komunikasi data jarak jauh yang aman,
dengan baris perintah login, perintah eksekusi jarak jauh, dan layanan jaringan
lainnya antara dua jaringan komputer yang berhubungan, melalui saluran yang
disandikan dan aman melalui jaringan tidak aman, server dan klien
(masing-masing menjalankan server SSH dan program SSH klien,).
Aplikasi paling terkenal dari protokol adalah
untuk akses ke akun shell pada sistem operasi mirip Unix, tetapi juga dapat
digunakan dengan cara yang sama untuk akun pada Windows. Ia dirancang sebagai
pengganti Telnet dan protokol remote shell tidak aman lainnya seperti Berkeley
rsh dan rexec protokol, yang mengirim informasi, terutama password, berbentuk
plaintext, membuat mereka rentan terhadap intersepsi dan pengungkapan
menggunakan analisis paket. Enkripsi yang digunakan oleh SSH dimaksudkan untuk
memberikan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman,
seperti Internet.
Dalam perjalanan pengembangan ssh, spesifikasi
protokol membedakan antara dua versi utama yang disebut sebagai SSH-1 dan
SSH-2. Perbedaannya terletak pada cara penyandian/enkripsi dan keduanya tidak
saling mendukung. Pada tahun 2006, versi revisi dari protokol, SSH-2, diadopsi
sebagai standar . Keamanan yang lebih baik, misalnya, karena menggunakan
algoritma kriptografi Diffie-Hellman pertukaran kunci dan integritas yang kuat
melalui kode otentikasi dalam memeriksa pesan. Fitur baru dari SSH-2 mencakup
kemampuan untuk menjalankan sejumlah sesi shell melalui koneksi SSH tunggal.
OpenSSH (OpenBSD Secure Shell) adalah
seperangkat program komputer yang menyediakan sesi komunikasi terenkripsi
melalui jaringan komputer menggunakan protokol ssh. Hal ini dibuat sebagai
alternatif open source dibandingkan dengan aplikasi proprietary Secure Shell
software suite yang ditawarkan oleh SSH Communications Security. OpenSSH
dikembangkan sebagai bagian dari proyek OpenBSD, yang dipimpin oleh Theo de
Raadt.
a) Server SSH
OpenSSH menggunakan hubungan server-klien.
Sistem yang dihubungi disebut sebagai server. Sistem yang meminta sambungan
disebut sebagai klien. Sebuah sistem sekaligus dapat menjadi server dan klien
SSH. OpenSSH juga memiliki manfaat tambahan X11 forwarding dan port forwarding.
BAB V
KONFIGURASI SERVER NTP
1) Konsep
Protokol Pewaktu Jaringan (NTP)
Network Time Protocol (NTP) merupakan
sebuah mekanisme atau protokol yang digunakan untuk melakukan sinkronisasi
terhadap penunjuk waktu dalam sebuah sistem komputer dan jaringan. Proses
sinkronisasi ini dilakukan di dalam jalur komunikasi data yang biasanya menggunakan
protokol komunikasi TCP/IP. Sehingga proses ini sendiri dapat dilihat sebagai
proses komunikasi data biasa yang hanya melakukan pertukaran paket-paket data
saja.
NTP menggunakan port komunikasi UDP nomor 123.
Protokol ini memang didesain untuk dapat bekerja dengan baik meskipun
media komunikasinya bervariasi, mulai dari yang waktu latensi / tundanya tinggi
hingga yang rendah, mulai dari media kabel sampai dengan media udara. Protokol
ini memungkinkan perangkat-perangkat komputer kita untuk tetap dapat melakukan
sinkronisasi waktu dengan sangat tepat dalam berbagai media tersebut.
2) Sejarah
NTP
NTP merupakan sebuah aplikasi yang berbasiskan
Internet protocol yang paling lama, paling tua dan paling terdistribusi yang
berjalan dalam Internet tanpa berhenti sedikitpun. NTP ditemukan pada tahun
1984 oleh seseorang bernama Dave Mills yang berasal dari Universitas Delaware. NTP
sampai saat ini sudah tercipta sebanyak empat versi. NTP versi 0 atau
cikal-bakal NTP protokol berawal pada tahun 1985. Versi percobaan ini akhirnya
di dokumentasikan menjadi NTP versi 1 tiga tahun kemudian dalam RFC-1059.
Kemudian pada tahun 1989 muncul versi 2 dari NTP yang di dalamnya terdapat cukup
banyak fasilitas yang baru.
Pada tahun 1992, versi 3 NTP muncul ke dunia
Internet dengan konsep konsep baru terhadap penanganan error dan analisisnya
untuk membuat perhitungan waktu lebih akurat.
Namun, versi ini tidak bertahan lama karena
setelah dilakukan evaluasi dan revisi yang teliti, dalam tahun yang sama juga,
para peneliti merasa membutuhkan sebuah nomor versi baru untuk revisinya
tersebut. Maka, jadilah NTP versi 4 yang lebih baik dan lebih banyak
fasilitasnya daripada versi 3 nya. Salah satu fasilitasnya adalah adanya versi
tambahan yang dibuat sangat ringan yang diberi nama SNTP.
3) Prinsip
Kerja NTP
NTP bekerja dengan menggunakan algoritma
Marzullo dengan menggunakan referensi skala waktu UTC. Sebuah jaringan NTP
biasanya mendapatkan perhitungan waktunya dari sumber waktu yang terpercaya
seperti misalnya radio clock atau atomic clock yang terhubung dengan sebuah
time server. Kemudian jaringan NTP ini akan mendistribusikan perhitungan waktu
akurat ini ke dalam jaringan lain.
Sebuah NTP klien akan melakukan sinkronisasi
dengan NTP server dalam sebuah interval pooling yang biasanya berkisar antara
64 sampai 1024 detik. Namun, waktu sinkronisasi ini biasa berubah secara
dramatis bergantung kepada kondisi dan keadaan jaringan yang akan digunakannya.
NTP menggunakan sistem hirarki dalam bekerja
dan melakukan sinkronisasinya. Sistem hirarki ini menggunakan istilah Clock
stratum atau strata untuk menggambarkan tingkatan-tingkatannya.
Ø Stratum 0, penghitung waktu eksternal
seperti misalnya GPS clock, atomic clock atau radio clock yang sangat akurat.
Ø Startum
1, clock strata tingkat pertama merupakan perangkat komputer yang melakukan
sinkronisasi dengan stratum 0.
Ø Stratum
2, clock strata tingkat kedua merupakan perangkat yang dikirimi perhitungan
waktu oleh stratum 1 secara langsung dengan menggunakan protokol NTP.
Ø Stratum
3, clock strata tingkat ketiga merupakan perangkat yang dikirimi perhitungan
waktu oleh stratum 2 secara langsung dengan menggunakan protokol NTP.
Ø Stratum
4, clock strata tingkat ketiga merupakan perangkat yang dikirimi perhitungan
waktu oleh stratum 3 secara langsung dengan menggunakan protokol NTP.
Ø Begitu
seterusnya sistem hirarki berjalan. Hanya Stratum 0 – 15 yang dianggap valid,
stratum 16 digunakan untuk menunjukkan bahwa peralatan/mesin dimaksud tidak
tersinkronisasi waktunya.
Gambar 5.1 Hirarki strata pada NTP
Parameter kedua, NTP akan melakukan proses
komparasi terhadap beberapa perhitungan waktu dari beberapa server. Sebuah
perangkat NTP yang memiliki pencatatan waktu yang paling berbeda dengan yang
lainnya pasti akan dihindari oleh perangkat-perangkat lainnya, meskipun nilai
stratumnya paling rendah dibandingkan dengan mesin yang lain.
NTP versi 4 biasanya dapat menjaga ketepatan
waktu hingga 10 millisecond 1/100 detik dalam media komunikasi publik atau
Internet. Di dalam jaringan lokal yang kondisinya ideal, NTP dapat menjaga
ketepatan perhitungannya hingga 20 microsecond atau 1/5000 detik.
Timestamp atau pencatatan waktu yang digunakan
oleh protokol NTP adalah sepanjang 64-bit yang terdiri dari 32-bit pertama
untuk perhitungan detik, dan 32-bit berikutnya untuk perhitungan pecahan dari
satuan detik. Dari spesifikasi ini, maka NTP akan memiliki skala waktu sebesar
2/32 detik atau sebesar 136 tahun dengan berdasarkan perhitungan menggunakan
teori resolusi 2 -32 detik (sekitar 0.233 nanosecond).
Meskipun perhitungan waktu NTP akan kembali
berulang ketika sudah mencapai 2 32 , implementasinya dibuat sedemikian rupa
sehingga waktu NTP tidak akan terganggu dengan program-program penyesuai waktu
lainnya. Lagi pula fasilitas NTP pada perangkat-perangkat komputer juga paling
lama digunakan selama beberapa decade saja, jadi jika berjalan dengan baik maka
aplikasi NTP tidak akan mengalami masalah berarti.
4) Piranti
Lunak Server NTP
Implementasi referensi NTP, bersama dengan
protokolnya, secara terus menerus dikembangkan selama lebih dari 20 tahun.
Kompatibilitas mundur (backward compatibility) tetap dipertahankan sebagai
fitur baru yang telah ditingkatkan. Ini berisi beberapa algoritma yang
sensitif, terutama untuk menetapkan jam, yang dapat berbeda ketika
disinkronisasi ke server yang menggunakan algoritma yang lain/berbeda.
Perangkat lunak ini telah ditanamkan ke hampir semua platform komputasi,
termasuk PC. Ini berjalan sebagai daemon yang disebut ntpd bawah unix atau
sebagai layanan/services di bawah Windows. Waktu Referensi didukung dan offset
mereka disaring dan dianalisis dalam cara yang sama seperti server remote,
meskipun mereka biasanya diawasi/dijaga lebih sering.
SNTP. Implementasi NTP yang kurang kompleks,
menggunakan protokol yang sama tetapi tanpa memerlukan penyimpanan state atas
waktu yang lama, dikenal sebagai Simple Network Time Protocol (SNTP). Hal ini
digunakan dalam NTP versi 4 biasanya dapat menjaga ketepatan waktu hingga 10
millisecond 1/100 detik dalam media komunikasi publik atau Internet. Di dalam
jaringan lokal yang kondisinya ideal, NTP dapat menjaga ketepatan
perhitungannya hingga 20 microsecond atau 1/5000 detik.
Timestamp atau pencatatan waktu yang digunakan
oleh protokol NTP adalah sepanjang 64-bit yang terdiri dari 32-bit pertama
untuk perhitungan detik, dan 32-bit berikutnya untuk perhitungan pecahan dari
satuan detik. Dari spesifikasi ini, maka NTP akan memiliki skala waktu sebesar
2/32 detik atau sebesar 136 tahun dengan berdasarkan perhitungan menggunakan
teori resolusi 2 -32 detik (sekitar 0.233 nanosecond).
Meskipun perhitungan waktu NTP akan kembali
berulang ketika sudah mencapai 2 32 , implementasinya dibuat sedemikian rupa
sehingga waktu NTP tidak akan terganggu dengan program-program penyesuai waktu
lainnya. Lagi pula fasilitas NTP pada perangkat-perangkat komputer juga paling
lama digunakan selama beberapa decade saja, jadi jika berjalan dengan baik maka
aplikasi NTP tidak akan mengalami masalah berarti.
4) Piranti Lunak Server NTP
Implementasi referensi NTP, bersama dengan
protokolnya, secara terus menerus dikembangkan selama lebih dari 20 tahun.
Kompatibilitas mundur (backward compatibility) tetap dipertahankan sebagai
fitur baru yang telah ditingkatkan. Ini berisi beberapa algoritma yang
sensitif, terutama untuk menetapkan jam, yang dapat berbeda ketika
disinkronisasi ke server yang menggunakan algoritma yang lain/berbeda.
Perangkat lunak ini telah ditanamkan ke hampir semua platform komputasi, termasuk
PC. Ini berjalan sebagai daemon yang disebut ntpd bawah unix atau sebagai
layanan/services di bawah Windows. Waktu Referensi didukung dan offset mereka
disaring dan dianalisis dalam cara yang sama seperti server remote, meskipun
mereka biasanya diawasi/dijaga lebih sering.
SNTP. Implementasi NTP yang kurang kompleks,
menggunakan protokol yang sama tetapi tanpa memerlukan penyimpanan state atas
waktu yang lama, dikenal sebagai Simple Network Time Protocol (SNTP). Hal ini
digunakan dalam beberapa perangkat embedded dan aplikasi yang tidak memerlukan
waktu akurasi tinggi.
Semua versi Microsoft Windows sejak Windows
2000 dan Windows XP memasukkan Windows Time Service ("w32time"), yang
memiliki kemampuan untuk melakukan sinkronisasi jam komputer ke server NTP.
Versi pada Windows 2000 dan Windows XP hanya menerapkan Simple NTP, dan belum
memenuhi beberapa aspek dari versi 3 NTP standar. Dimulai Windows Server 2003
dan Windows Vista, disertakan implementasi yang mengacu secara penuh pada NTP
standar.
Pada pergantian hari terdapat kejadian
lompatan waktu, ntpd menerima pemberitahuan dari salah satu file konfigurasi,
jam referensi yang digunakan atau server remote. Karena kebutuhan waktu yang
harus tampak meningkat, lompatan kedua dimasukkan dengan urutan 23:59:59,
23:59:60, 00:00:00. Meskipun jam sebenarnya dihentikan selama kejadian, setiap
proses yang mengurutkan sistem waktu menyebabkan ia meningkat dengan jumlah
kecil, agar menjaga urutan peristiwa. Jika memang diperlukan, lompatan kedua
akan dihapus dengan melompati 23:59:59.
BAB
VI
KONFIGURASI SERVER PROXY
1)
Konsep
Server Proxy
Proxy merupakan pihak ketiga yang berdiri
ditengah-tengah antara kedua pihak yang saling berhubungan dan berfungsi
sebagai perantara Secara prinsip pihak pertama dan pihak kedua tidak secara
langsung berhubungan, akan tetapi masing-masing berhubungan dengan perantara,
yaitu proxy
Dalam kehidupan di sekolah, fungsi proxy
server dapat dianalogikan sebagai berikut. Seorang siswa meminjam buku di
perpustakaan, kadang si siswa tidak diperbolehkan langsung mencari dan
mengambil sendiri buku yang diinginkan dari rak, tetapi ia meminta buku
tersebut kepada petugas, tentu saja dengan memberikan nomor atau kode bukunya,
dan kemudian petugas tersebut yang akan mencarikan dan mengambilkan bukunya.
Dalam kasus ini, petugas perpustakaan tersebut telah bertindak sebagai
perantara atau Proxy.
Petugas tersebut juga bisa memastikan dan
menjaga misalnya, agar siswa hanya bisa meminjam buku untuk siswa, sedangkan
guru boleh meminjam buku semua buku, atau masyarakat umum hanya boleh meminjam
buku tertentu
Mungkin proses tersebut menjadi lebih lama
dibandingkan bila kita langsung mencari dan mengambil sendiri buku yang kita
inginkan. Namun bila saja setiap kali petugas mencari dan mengambil buku untuk
seseorang, si petugas juga membuat beberapa salinan dari buku tersebut sebelum
memberikan bukunya kepada orang yang meminta, dan menyimpannya di atas meja
pelayanan, maka bila ada orang lain yang meminta buku tertentu, sangat besar
kemungkinan buku yang diminta sudah tersedia salinannya diatas meja, dan si
petugas tinggal memberikannya langsung. Hasilnya adalah layanan yang lebih
cepat dan sekaligus keamanan yang baik
2)
Cara Kerja
Server Proxy
Proxy server memotong hubungan langsung antara
pengguna dan layanan yang diakases. Caranya pertama-tama melakukan perubahan
alamat IP, membuat pemetaan dari alamat IP jaringan lokal (alamat IP privat) ke
suatu alamat IP proxy, yang digunakan untuk jaringan luar atau internet (alamat
IP Publik). Pada prinsipnya hanya lamat IP proxy tersebut yang akan diketahui
secara umum di internet, proxy juga berfungsi sebagai network address
translator (NAT).
Ada
tiga macam fungsi dari server proxy, yakni:
a.
Connection Sharing
Konsep dasar server proxy dan firewall,
pengguna tidak langsung berhubungan dengan jaringan luar atau internet, tetapi
harus melewati suatu gateway, yang bertindak sebagai batas antara jaringan
lokal dan jaringan luar. Gateway ini sangat penting, karena jaringan lokal
harus dapat dilindungi dengan baik dari bahaya yang mungkin berasal dari
internet, dan hal tersebut akan sulit dilakukan bila tidak ada garis batas yang
jelas jaringan lokal dan internet.
Gateway juga bertindak sebagai titik dimana
sejumlah koneksi dari pengguna lokal akan terhubung kepadanya, dan suatu
koneksi ke jaringan luar juga terhubung kepadanya. Dengan demikian, koneksi
dari jaringan lokal ke internet akan menggunakan sambungan yang dimiliki oleh
gateway secara bersama-sama (connection sharing). Dalam hal ini, gateway adalah
juga sebagai proxy server, karena menyediakan layanan sebagai perantara antara
jaringan lokal dan jaringan luar atau internet
b.
Filtering
Fungsi penyaringan/filtering dilakukan dengan
cara: Bekerja pada layer aplikasi sehingga berfungsi sebagai penyaring paket
dari firewall (firewall packet filtering) yang digunakan untuk melindungi
jaringan lokal dari serangan atau gangguan yang berasal dari jaringan internet.
Berfungsi melakukan filtering atas paket yang lewat dari dan ke
jaringan-jaringan yang dihubungkan
Dapat dikonfigurasi untuk menolak akses ke
situs web tertentu pada waktu-waktu tertentu. Dapat juga dikonfigurasikan untuk
hanya memperbolehkan download FTP dan tidak memperbolehkan upload FTP, hanya
memperbolehkan pengguna tertentu yang bisa memainkan file-file RealAudio,
mencegah akses ke email server sebelum tanggal tertentu, dan lain-lain.
c.
Caching
Proxy server memiliki mekanisme penyimpanan
obyek-obyek yang sudah pernah diminta dari server-server di internet. Proxy
server yang melakukan proses diatas biasa disebut cache server
Mekanisme caching akan menyimpan obyek-obyek
yang merupakan hasil permintaan dari dari para pengguna, yang didapat dari
internet. Disimpan dalam ruang disk yang disediakan (cache).
Dengan demikian, bila suatu saat ada pengguna
yang meminta suatu layanan ke internet yang mengandung obyek-obyek yang sama
dengan yang sudah pernah diminta sebelumnya, yaitu yang sudah ada dalam cache,
maka proxy server akan dapat langsung memberikan obyek dari cache yang diminta
kepada pengguna, tanpa harus meminta ulang ke server aslinya di internet. Bila
permintaan tersebut tidak dapat ditemukan dalam cache di proxy server, baru kemudian
proxy server meneruskan atau memintakannya ke server aslinya di internet
Gambar 6.2 Cara kerja caching
Terdapat dua jenis metoda caching object yang
disimpan dalam cache bisa saja mencapai expired, untuk memeriksanya dilakukan
validasi. Jika validasi ini dilakukan setelah ada permintaan dari klien, metode
ini disebut pasif.
Pada
caching aktif, cache server mengamati object dan pola perubahannya. Misalkan
pada sebuah object didapati setiap harinya berubah setiap jam 12 siang dan
pengguna biasanya membacanya jam 14, maka cache server tanpa diminta klien akan
memperbaharui object tersebut antara jam 12 dan 14 siang, dengan cara update otomatis
ini waktu yang dibutuhkan pengguna untuk mendapatkan object yang fresh akan
semakin sedikit.
Pada kondisi tertentu, kapasitas penyimpanan
akan terkuras habis oleh object. Oleh karena
itu perlu dilakukan pengaturan agar ruang penyimpanan cache tetap dapat
digunakan untuk melayani pengguna local, yakni dengan cara menghapus cache.
Terdapat beberapa metode penghapusan untuk
menjaga kapasitas tetap terjaga, sesuai dengan konfigurasi yang telah
ditetapkan. Penghapusan didasarkan pada umur dan kepopuleran, semakin tua umur
object akan tinggi prioritasnya untuk dihapus. Dan juga untuk object yang tidak
popular akan lebih cepat dihapus juga.
3)
Transparent
Proxy
Salah satu kerumitan dari proxy pada level
aplikasi adalah bahwa pada sisi pengguna harus dilakukan konfigurasi yang
spesifik untuk suatu proxy tertentu agar bisa menggunakan layanan dari suatu
proxy server. Ini berarti pada aplikasi browser pengguna, harus dicantumkan
alamat server proxy berikut port yang digunakan. Agar pengguna tidak harus
melakukan konfigurasi khusus, kita bisa mengkonfigurasi proxy/cache server agar
berjalan secara benar-benar transparan terhadap pengguna (transparent proxy).
Transparent Proxy memerlukan bantuan dan
konfigurasi aplikasi firewall (yang bekerja pada layer network) untuk bisa
membuat transparent proxy yang bekerja pada layer aplikasi
Gambar 6.3 Cara kerja transparent
proxy
Pengguna benar-benar tidak mengetahui tentang
keberadaan proxy ini, dan apapun konfigurasi pada sisi pengguna, selama proxy
server ini berada pada jalur jaringan yang pasti dilalui oleh pengguna untuk
menuju ke internet, maka pengguna dengan sendirinya akan “menggunakan”
proxy/cache ini.
Cara membuat transparent proxy adalah dengan
membelokkan arah (redirecting) dari paket-paket untuk suatu aplikasi tertentu,
dengan menggunakan satu atau lebih aturan pada firewall/router. Prinsipnya
setiap aplikasi berbasis TCP akan menggunakan salah satu port yang tersedia,
dan firewall membelokkan paket yang menuju ke port layanan tertentu, ke arah
port dari proxy yang bersesuaian
Sebagai Contoh : Pada saat klient membuka
hubungan HTTP (port 80) dengan suatu web server, firewall pada router yang
menerima segera mengenali bahwa ada paket data yang berasal dari klien dengan
nomor port 80. Misal kita juga mempunyai satu HTTP proxy server yang berjalan
pada port 3130.
Pada Firewall router kita buat satu aturan
yang menyatakan bahwa setiap paket yang datang dari jaringan lokal menuju ke
port 80 harus dibelokkan ke arah alamat HTTP proxy server port 3130. Akibatnya,
semua permintaan web dari pengguna akan masuk dan diwakili oleh HTTP proxy
server diatas.












