Modul Jaringan Dasar Semester ganjil
BAB I
Personal
Area Network (PAN)
Personal area network (PAN) adalah jaringan komunikasi satu perangkat lain dengan perangkat lainnya dalam jarak sangat
dekat, hanya dalam beberapa meter saja. P A N
a t a u Personal Area Network merupakan titik akses ke berbagai perangkat
pribadi seperti komputer , telpon , ponsel, televise sistem keamanan rumah yang
berbasis komunikasi data, maupun perangkat komunikasi publik seperti internet.
Kontrol pada PAN dilakukan dengan authoritas pribadi, dan untuk Teknologi
yangdigunakan antara lain Wireless Application Protocol (WAP) dan Bluetooth.
PAN ini dihubungkan melalui bus yang ada pada komputer, seperti USB dan Firewire.
PAN atau Personal Area adalah jaringan
komputer digunakan untuk komunikasi antara perangkat komputer,Jangkauan dari
PAN biasanya hanya beberapa meter. PAN dapat digunakan untuk komunikasi antara
perangkat pribadi sendiri (komunikasi intrapersonal).
Kegunaan Personal Area Network
Ø
Menghubungkan
perangkat-perangkat computer
Ø
Sebagai media komunikasi
antara perangkat sendiri (komunikasi personal)
Contoh Penggunaan Jaringan PAN
Menghubungkan HP dengan Laptop menggunakan Bluetooth.Menghubungkan
mouse dengan Laptop menggunakan Bluetooth.Menghubungkan Printer dengan Laptop
menggunakan Bluetooth
Contoh gambar jaringan Personal Area Network
Disamping itu Personal Area Network (PAN) merupakan jaringan
komputer yang digunakan untuk komunikasi antara komputer perangkat (termasuk
telepon dan asisten pribadi digital) dekat dari satu orang. Perangkat mungkin
atau tidak milik orang tersebut. Jangkauan dari PAN biasanya beberapa meter.
PANs dapat digunakan untuk komunikasi antara perangkat pribadi mereka sendiri
(intrapersonal komunikasi), atau untuk menghubungkan ke tingkat yang lebih
tinggi dan jaringan Internet (an uplink).
Personal area jaringan kabel mungkin dengan komputer bus seperti
USB dan FireWire. A wireless personal area network (WPAN) juga dapat
dimungkinkan dengan teknologi jaringan seperti IrDA, Bluetooth, UWB, Z-Wave dan
ZigBee.
Teknologi
J Bluetooth PAN juga disebut piconet, dan terdiri dari 8 sampai
perangkat aktif dalam hubungan tuan-budak (yang sangat besar jumlah perangkat
yang dapat dihubungkan pada “parkir” mode). Perangkat Bluetooth pertama di
piconet adalah master, dan semua perangkat yang berkomunikasi dengan slave
master. J piconet biasanya memiliki jarak 10 meter, walaupun berkisar hingga
100 meter dapat dijangkau di bawah keadaan ideal.
Inovasi baru dalam Bluetooth antena ada diizinkan untuk perangkat
ini sangat melebihi jangkauan untuk mereka yang pada awalnya dirancang. Pada
DEF CON 12, sekelompok hacker yang dikenal sebagai “Flexilis” berhasil
tersambung dua perangkat Bluetooth lebih dari setengah mil (800 m) itu. Mereka
menggunakan antena dengan lingkup dan antena Yagi, semua terpasang ke senapan
saham. J terpasang kabel antena ke Bluetooth kartu di komputer. Mereka kemudian
dinamakan antena “The BlueSniper.”
Skinplex, PAN teknologi lain, transmit melalui capacitive dekat
bidang kulit manusia. Skinplex dapat mendeteksi dan berkomunikasi hingga satu
meter dari tubuh manusia. Sudah digunakan untuk kontrol akses untuk mengunci
pintu dan kemacetan perlindungan mobil di atap mobil.
Wireless
PAN
J WPAN (wireless personal area network) adalah jaringan area
pribadi untuk jaringan yang terpusat di sekitar perangkat interconnecting
perorangan dari kerja di mana sambungan nirkabel. Umumnya, personal area
jaringan nirkabel menggunakan beberapa teknologi yang memungkinkan komunikasi
dalam waktu sekitar 10 meter – dengan kata lain, yang sangat jarak dekat. Salah
satu teknologi Bluetooth, yang digunakan sebagai dasar untuk sebuah standar
baru, IEEE 802,15.
J WPAN dapat melayani semua interkoneksi ke komputer dan
berkomunikasi biasa pada perangkat yang memiliki banyak orang di meja mereka
atau membawa mereka dengan hari ini – atau bisa melayani tujuan yang lebih
khusus seperti mengizinkan ahli bedah dan anggota tim lainnya untuk
berkomunikasi selama suatu operasi.
Kunci konsep dalam teknologi WPAN dikenal sebagai “plugging
dalam”. Dalam skenario yang ideal, jika dua-WPAN dilengkapi perangkat menjadi
dekat (dalam beberapa meter dari satu sama lain) atau dalam waktu beberapa
kilometer dari server pusat, mereka dapat berkomunikasi seakan-akan terhubung
dengan kabel. Fitur penting lain adalah kemampuan masing-masing untuk mengunci
perangkat dari perangkat lain yang selektif, perlu mencegah gangguan yang tidak
sah atau akses informasi.
Teknologi untuk WPAN adalah dalam masa pertumbuhan yang cepat dan
proses pembangunan. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi operasi halus di
antara rumah atau bisnis perangkat dan sistem. Setiap perangkat di dalam WPAN
akan dapat menyambungkan ke perangkat lain yang sama dalam WPAN, asalkan mereka
dalam berbagai fisik satu sama lain. Selain itu, seluruh dunia akan WPANs interkoneksi.
Jadi, misalnya, sebuah situs dalam archeologist di Yunani mungkin menggunakan
PDA akses langsung ke database di University of Minnesota di Minneapolis, dan
untuk mengirimkan temuan itu ke database.
BAB 2
Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer
yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer
kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini,
kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan
perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000
Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa
disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang
menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot. Pada
sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda
dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya
yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur.Sumber daya tersebut
dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna
juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi
yang sesuai. Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN),
maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :
Ø
Mempunyai pesat
data yang lebih tinggi
Ø
Meliputi wilayah
geografi yang lebih sempit
Ø
Tidak membutuhkan
jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi
Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan
digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut.
Prinsip kerja Local Area Network
Prinsip Kerja LAN , LAN dapat definisikan sebagai network atau
jaringan sejumlah system komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung,
satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas
komunikasi umum seperti telepon, melainkan pemilik dan pengelola media
komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri dari definisi diatas dapat kita
ketahui bahwa sebuah LAN dibatasi oleh lokasi secara fisik. Adapun penggunaan
LAN itu sendiri mengakibatkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan
dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. Kerjasama ini semakin
berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara
bersama. LAN yang umumnya menggunakan hub/switch, akan mengikuti prinsip kerja
hub itu sendiri. Dalam hal ini adalah bahwa hub tidak memiliki pengetahuan
tentang alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast, dan juga
karena hub hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port
sibuk maka port-port yang lain harus menunggu. Itulah diantara kelebihan dan
kekurangan jaringan LAN
Jaringan
LAN merupakan jaringan komputer local yang
digunakan untuk area terbatas seperti rumah ataupun sekolah. Jaringan LAN
sangat mudah dibuat karena hanya membutuhkan beberapa peralatan dan setting
pada komputer. (Baca Juga: Trik
Mengatasi Komputer/Laptop Lemot) Kali ini
saya akan memberikan artikel singkat 'cara
membuat lan sendiri' pada windows 7 .
Alat untuk membangun sebuah jaringan LAN
Router
Router adalah jantung pada sebuah jaringan. Router berfungsi untuk
menghubungkan jaringan satu dengan jaringan lain. Dalam kasus ini, router
menghubungkan jaringan internet dengan jaringan LAN .
Switch
Berbeda dengan router, switch berfungsi untuk menghubungkan
masing-masing komputer pada sebuah jaringan LAN .
EthernetCard
Ethernet card adalah sebuah adapter untuk mencolokkan kabel
ethernet sehingga komputer bisa tersambung menuju jaringan. Biasanya, pada
komputer-komputer terbaru, kartu ini telah disematkan secara onboard sehingga
anda tidak perlu untuk membeli lagi.
EthernetCable
Yaitu kabel yang digunakan untuk menghubungkan komputer ke router
atau bisa juga komputer satu dengan komputer lain. Ujung pada kabel ini diberi
sebuah konektor yang disebut RJ-45. RJ-45 memiliki 2 settingan, yaitu straight
dan cross. Straight digunakan untuk menghubungkan komputer ke router sedangkan
cross digunakan untuk menyambungkan komputer langsung dengan komputer.
Modem
Jika anda ingin menghubungkan jaringan anda ke internet, maka anda
juga harus membeli sebuah modem. Jika anda tidak membeli sebuah modem, maka
komputer anda hanya bisa berkomunikasi dengan komputer lain yang terdapat pada
jaringan LAN tersebut.
Peralatan lain
Crimping tool, LAN tester, gunting, multimeter. Crimping tool
digunakan untuk menyambungkan RJ-45 dengan kabel ethernet. LAN tester digunakan
untuk testing kabel LAN telah berfungsi atai tidak. Sebagai alternatif untuk
mempercepat ataupun mempermudah pekerjaan anda, anda bisa meminta tolong kepada
penjual kabel ehternet misalnya untuk sekaligus memasangkan RJ-45 sehingga anda
tinggal memasangkan kabel-kabel tersebut menuju router dan komputer.Sebelum
menyiapkan peralatan di atas. sangat disarankan anda melakukan perencanaan
terlebih dahulu, yaitu meliputi jumlah komputer, luas area, dengan begitu anda
bisa membuat rancangan kabel yang efektif sehingga bisa menghemat biaya yang
dibutuhkan. anda bia menggunakan software seperti paint untuk membuat rancangan
penataan jaringan LAN anda. Setelah itu, barulah anda beli perlengkapan yang
diperlukan dan pasangkan perlatan-peralatan di atas .
Berikut adalah model yang akan kita pakai untuk membangun jaringan
LAN (bisa juga untuk Warnet).
Mengaktifkan Internet Connecting Sharing
ICS bertujuan untuk membagikan koneksi internet komputer host
menuju komputer lainnya. Untuk mengaktifkan ICS pada komputer server, silahkan buka Control Panel, klik Network and
Internet, klik Network and Sharing Center, klik Change Adapter Center, Klik
kanan pada koneksi yang ingin anda bagikan, klik Properties, klik tab Sharing, lalu centang kotak Allow other network users
to connect through this computer’s Internet connection, simpan.
Oke, sampai tahap ini, hanya komputer server yang bisa terhubung
ke internet Setelah koneksi dibagikan, maka masing-masing komputer harus
mendapatkan IP address. Caranya, buka Control Panel, klik Network and Internet,
klik Network and Sharing Center, klik Change Adapter Center. Klik kanan pada
Koneksi LAN, Klik Properties Klik Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) atau
Internet Protocol Version 6 (TCP/IPv6), kemudian pilih properties klik Obtain
an IP address automatically atau Obtain an IPv6 address automatically.
BAB 3
WAN (Wide Area Network) merupakan jaringan komputer yang mencakup
area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan computer antar wilayah, kota atau
bahkan negara, atau dapat diidefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang
membutuhkan router dan saluran komunikasi publik. Internet merupakan contoh
dari jaringan WAN ini Jika Wide Area Network sudah mencakup area
intercontinental maka disebut jaringan informasi global atau internet.
Disamping pengiriman paket secara datagram, dalam jaringan IP juga
dikenal pengiriman paket secara connection oriented dimana sebelum paket
dikirim, dilakukan setup koneksi logika dari tempat asal ketujuan oleh proses
paket control dengan request logical connection agar paket suatui nformasi
menempuh rute yang sama. Mode koneksi ini disebut virtual circuit, tetapi tidak
seperti pada jaringan circuit switched yang menduduki kanal
(bandwidth/resources) secara monopoli, dalam virtual circuit penggunaan
resources masih dalam pola sharing. Dengan cara demikian urutan paket bisa
dijamin, tetap tingkat kontinuitas real time tidak dijamin, sangat bergantung
pada kapasitas dan tingkat kepadatan trafik dalam jaringan. Dengan mode virtual
circuit ini memungkinkan suatu kelompok organisasi/perusahaan memiliki jaringan
privat (semacam jaringan PBX) secara virtual (disebut IP VPN / Virtual Private
Network),atau semacam jaringan PBX (Private Branch Exchange) tetapi lingkup
area tidak terbatas seperti PABX karena jaringan yang dibangun dalam IP VPN
bukan secara fisik melainkan secara logika dan pembentukan jaringan hanya saat
diperlukan saja sehingga lingkup jaringan pribadi IP VPN dapat mencakup area
nasional bahkan internasional.
Jaringan berbasis packet switched lain yang banyak dikembangkan di
AS adalah jaringan ATM (Asynchronus Transfer Mode). Perbedaannya dengan
jaringan IP, bahwa pada jaringan ATM mode koneksi secara keseluruhan
menggunakan virtual circuit, sedangkan pada jaringan IP, virtual circuit hanya
bersifat option. Perbedaan lain, paket pada jaringan ATM disebut cell selalu
tetap yakni 53 oktet (Byte) yang terdiri dari 48 oktet payload, 5 oktet header.
Sedangkan dalam jaringan IP, ukuran paket tidak tetap.Teknologi ATM banyak
dikembangkan di Amerika Serikat (tidak dibahas disini).Satu hal lagi, bahwa
jaringan ATM dirancang berbasis layanan broadband dan dapat mengakomodasi layanan
VBR (Variable Bit Rate) selain CBR (Constant Bit Rate). Sedangkan rancangan
awal jaringan IP berbasis Narrow Band dan layanan CBR.
Konsep Jaringan WAN
Wide Area Network (WAN) mencakup daerah geografis yang luas,
seringkali mencakup sebuah negara atau benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin
yang bertujuan untuk menjalankan program-program aplikasi.mesin-mesin ini
sebagai host. Istilah End System kadang-kadang juga digunakan dalam literatur.
Host dihubungkan dengan sebuah subnet komunikasi, atau cukup disebut subnet.
Tugas subnet adalah membawa pesan dari host ke host lainnya, seperti halnya
sistem telepon yang membawa isi pembicaraan dari pembicara ke pendengar. Dengan
memisahkan aspek komunikasi murni sebuah jaringan (subnet) dari aspek-aspek
aplikasi (host), rancangan jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana.
Pada sebagian besar WAN, subnet terdiri dari dua komponen, yaitu
kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi (disebut juga sirkuit,
channel, atau trunk) memindahkan bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya.
Element switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua
kabel transmisi atau lebih. Saat data sampai ke kabel penerima, element
switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan pesan-pesan tersebut.
Sayangnya tidak ada terminologi standart dalam menamakan komputer seperti ini.
Namanya sangat bervariasi disebut paket switching node, intermidiate system,
data switching exchange dan sebagainya.
Sebagai istilah generik bagi komputer switching, kita akan menggunakan
istilah router. Tapi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa tidak ada konsensus
dalam penggunaan terminologi ini. Dalam model ini, seperti ditunjukkan oleh
gambar dibawah setiap host dihubungkan ke LAN tempat dimana terdapat sebuah
router, walaupun dalam beberapa keadaan tertentu sebuah host dapat dihubungkan
langsung ke sebuah router. Kumpulan saluran komunikasi dan router (tapi bukan
host) akan membentuk subnet.
Istilah subnet sangat penting, tadinya subnet berarti kumpulan
kumpulan router-router dan saluran-sakuran komunikasi yang memindahkan paket
dari host host tujuan. Akan tatapi, beberpa tahun kemudian subnet mendapatkan
arti lainnya sehubungan dengan pengalamatan jaringan. Pada sebagian besar WAN,
jaringan terdiri dari sejumlah banyak kabel atau saluran telepon yang
menghubungkan sepasang router. Bila dua router yang tidak mengandung kabel yang
sama akan melakukan komunikasi, keduanya harus berkomunikasi secara tak
langsung melalui router lainnya. ketika sebuah paket dikirimkan dari sebuah router
ke router lainnya melalui router perantara atau lebih, maka paket akan diterima
router dalam keadaan lengkap, disimpan sampai saluran output menjadi bebas, dan
kemudian baru diteruskan.
Subnet yang mengandung prinsip seperti ini disebut subnet point-to-point,
store-and-forward, atau packet-switched. Hampir semua WAN (kecuali yang
menggunakan satelit) memiliki subnet store-and-forward. Di dalam menggunakan
subnet point-to-point, masalah rancangan yang penting adalah pemilihan jenis
topologi interkoneksi router. LAN biasanya berbentuk topologi simetris,
sebaliknya WAN umumnya bertopologi tak menentu.
Jaringan WAN (Wide Area Network) merupakan kumpulan dari LAN
dan/atau Workgroup yang dihubungkan dengan menggunakan alat komunikasi modem
dan jaringan Internet, dari/ke kantor pusat dan kantor cabang, maupun antar
kantor cabang. Dengan sistem jaringan ini, pertukaran data antar kantor dapat
dilakukan dengan cepat serta dengan biaya yang relatif murah. Sistem jaringan
ini dapat menggunakan jaringan Internet yang sudah ada, untuk menghubungkan
antara kantor pusat dan kantor cabang atau dengan PC Stand Alone/Notebook yang
berada di lain kota ataupun negara.
Keuntungan Jaringan WAN.
Ø
Server kantor
pusat dapat berfungsi sebagai bank data dari kantor cabang.
Ø
Komunikasi antar
kantor dapat menggunakan E-Mail & Chat.
Dokumen/File yang biasanya dikirimkan melalui fax ataupun paket
pos, dapat dikirim melalui E-mail dan Transfer file dari/ke kantor pusat dan
kantor cabang dengan biaya yang relatif murah dan dalam jangka waktu yang
sangat cepat. Pooling Data dan Updating Data antar kantor dapat dilakukan
setiap hari pada waktu yang ditentukan.
Koneksi Jaringan WAN
Untuk mengoneksikan jaringan WAN kita harus menggunakan alat
khusus yang bekerja sebgai pusat layanan, misalnya satelit VSAT. VSAT merupakan
jaringan atau sistem komunikasi satelit yang terdiri atas sejumlah stasiun
remote (terminal VSAT) dengan menggunakan antena parabola berdiameter lebih
kecil dibandingkan dengan komunikasi satelit lainnya, menggunakan sebuah atau
sebagian transponder satelit sebagai pengulang (repeater) dengan didukung
peralatan pada stasiun dan sebuah stasiun bumi utama.
WAN merupakan kumpulan dari beberapa LAN yang digabungkan menjadi
suatu jaringan baru. Di sini VSAT berperan sebagai media penghubung antara
suatu jaringan LAN. Jadi setiap jaringan LAN merupakan stasiun terminal. WAN
mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara atau
benua. Pada sebagian besar WAN, jaringannya terdiri dari dua komponen : kabel
transmisi dan element switching. Kabel transmisi memindahkan bit-bit dari satu
mesin ke mesin lainnya. Element switching adalah komputer khusus yang dipakai
untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau lebih.
Pada sistem WAN dengan media VSAT maka selain server pada tiap
jaringan LAN-nya masih ada server lain yang lebih besar yang berada pada
stasiun Hub. Server ini akan mengontrol komunikasi antar terminal VSAT yang
berada di bawahnya. Server yang berada pada stasiun terminal hanya menampung
data dari workstation-workstation yang ada di bawahnya.
Sistem kerja dari WAN adalah seperti halnya jaringan LAN hanya
jika diinginkan transfer data dari user di terminal VSAT yang lain maka server
yang berada pada terminal VSAT tersebut akan menghubungi stasiun Hub dan stasiun
Hub akan menghubungkan dengan terminal VSAT yang diinginkan sehingga transfer
data yang diinginkan dapat terjadi. Jadi jika user yang diinginkan dihubungi
hanya berada pada terminal VSAT-nya sendiri maka hubungan ke stasiun Hub tidak
dilakukan.
Selain digunakan untuk transfer data jaringan VSAT pada
konfigurasi WAN juga dapat digunakan untuk transfer video maupun voice. Jadi
terminal workstasiunnyapun tidak harus menggunakan komputer, tetapi bisa
menggunakan mesin fax atau yang lainnya. Konfigurasi tersebut juga mempunyai
bit rate yang cukup tinggi untuk transmisi datanya, selain itu kerahasian data
terjamin pula.
Walaupun banyak manfaatnya sistem WAN ini akan menjadi tidak
efektif jika penggunaannya hanya di bawah jumlah 100. Jika penggunaannya lebih
dari 100 maka sitem tersebut menjadi efektif dan handal. Dalam perkembangan
WAN, jika jaringan LAN semakin banyak dan user (penggunanya) berada di seluruh
belahan dunia maka sistem tersebut dinamakan Internet.
Insfrakstruktur Jaringan WAN
Seperti LAN (Local Area Network), Terdapat sejumlah perangkat yang
melewatkan aliran informasi data dalam sebuah WAN. Penggabungan perangkat
tersebut akan menciptakan infrastruktur WAN. Perangkat-perangkat tersebut
adalah :
1.
Router
Router adalah peningkatan kemampuan
dari bridge. Router mampu menunjukkan rute/jalur (route) dan memfilter
informasi pada jaringan yang berbeda. Beberapa router mampu secara otomatis
mendeteksi masalah dan mengalihkan jalur informasi dari area yang bermasalah.
2.
ATM Switch
Switch ATM menyediakan transfer data
berkecepatan tinggi antara LAN dan WAN
3.
Modem and CSU/DSU
Modem
mengkonversi sinyal digital dan analog. Pada pengirim, modem mengkonversi
sinyal digital ke dalam bentuk yang sesuai dengan teknologi transmisi untuk
dilewatkan melalui fasilitas komunikas analog atau jaringan telepon (public
telephone line). Di sisi penerima, modem mengkonversi sinyal ke format digital
kembali.
4.
CSU/DSU (Channel
Service Unit / Data Service Unit)
CSU/DSU sama seperti modem, hanya saja
CSU/DSU mengirim data dalam format digital melalui jaringan telephone digital.
CSU/DSU biasanya berupa kotak fisik yang merupakan dua unit yang terpisah : CSU
atau DSU.
5.
Communication
Server
Communication Server adalah server
khusus â€Å“dial in/outâ€? bagi pengguna untuk dapat melakukan dial dari lokasi
remote sehingga dapat terhubung ke LAN.
6.
Multiplexer
Sebuah Multiplexer mentransmisikan
gabungan beberapa sinyal melalui sebuah sirkit (circuit). Multiplexer dapat
mentransfer beberapa data secara simultan (terus-menerus), seperti video, sound,
text, dan lain-lain.
7.
X.25/Frame Relay
Switches
Switch X.25 dan Frame Relay menghubungkan data
lokal/private melalui jaringan data, mengunakan sinyal digital. Unit ini sama
dengan switch ATM, tetapi kecepatan transfer datanya lebih rendah dibanding
dengan ATM.
BAB 4
Metropolitan Area Network (MAN) adalah suatu jaringan dalam suatu
kota dengan transfer data berkecepatan tinggi yang menghubungkan berbagai
lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Berikut
adalah karakteristik MAN yaitu:
Ø
Meliputi area
seluas antara 5 dan 50 kisaran km. Banyak MAN mencakup area perkotaan.
Ø
Sebuah MAN
(seperti WAN) umumnya tidak dimiliki oleh satu organisasi. MAN, komunikasi
linknya dan peralatan, umumnya dimiliki oleh salah satu konsorsium pengguna
atau oleh penyedia layanan jaringan yang menjual pelayanan kepada pengguna.
Ø
MAN sering
bertindak sebagai jaringan kecepatan tinggi untuk memungkinkan berbagi sumber
daya daerah. Hal ini juga sering digunakan untuk menyediakan koneksi bersama
untuk jaringan lain dengan menggunakan link ke WAN.
Ø
MAN berukuran
lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN.
Ø
Hanya memiliki
sebuah atau dua buah kabel dan tidak memiliki elemen switching, yang berfungsi
untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel . Adanya elemen switching
membuat rancangan menjadi lebih sederhana.
MAN sendiri diartikan Sebagai Suatu jaringan yang meng-cover
sebuah kota (Computer networks, ANDREW S.T, halaman 117). Pada awalnya
rangkaian MAN dihubungkan dengan menggunkan Kabel LAN untuk menghubungkan
kantor yang satu ke kantor cabang yang lainnya yang jaraknya beberapa KM,
dengan hadirnya WIMAX maka pengguna layanan internet semakin tertarik pada
Wireless yang berskala MAN.
Peralatan pre-Wimax(IEEE 802.16) merupakan suatu perangkat yang
didesain khusus untuk wireless bersekala MAN, contoh peralatan ini adalah
Redline AN-50 AN-30,Alvarion Link Blaster.
Wireless MAN dapat bermain pada beberapa frekuensi yaitu frekuensi
900 MHz, 1.5 GHz, 2 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz, 5.8 GHz. Dan Saat ini diindonesia
yang ijinkan pemerintah untuk dipakai oleh masyarakat umum adalah frekuensi
2.4GHz yang kemudian dibagi lagi menjadi beberapa channel
Gambar pembagian frekuensi
Pada kesempatan ini penulis asumsikan kita menggunakan IEEE
802.11b untuk mendesain jaringan wireless berskla MAN (Metropolitan Area
Network) dengan menggunakan frekuensi 2.4GHz.
Daftar Frekuensi kanal-kanal yang dapat digunakan pada frekuensi
2.4GHz
KANAL
|
FREKUENSI
|
KANAL
|
FREKUENSI
|
1
|
2.412 GHz
|
8
|
2.447 GHz
|
2
|
2.417 GHz
|
9
|
2.452 GHz
|
3
|
2.422 GHz
|
10
|
2.457 GHz
|
4
|
2.427 GHz
|
11
|
2.462 GHz
|
5
|
2.432 GHz
|
12
|
2.467 GHz
|
6.
|
2.437 GHz
|
13
|
2.472 GHz
|
7.
|
2.442 GHz
|
14
|
2.477 GHz
|
Tiap negara mempunyai aturan yang berbeda-beda dalam penggunaan
channel diatas, Misalnya saja untuk beberapa daerah di Amerika, hanya dapat
menggunkan Kanal 1 hingga kanal 11, dieropa menggunkan kanal 1 hingga 13,
sedangkan jepang sendiri yang mempunyai tingkat teknologi tinggi hanya bermain
pada kanal 14 Untuk WiFi yang berlabelkan 802.11b yang menggunakan Modulasi
Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), akan terlihat spectrum yang yang
lebarnya 22MHz untuk setiap stasiun yang memancar
Dapat dilihat diatas satu channel akan melebar kebawah 11MHz dan
akan melebar 11MHz keatas hingga total spectrum yang terambil adalah 22MHz, hal
ini tentunya akan mengambil dua kanal diatas dan 2 kanal dibawahnya sehingga
kanal yang terpakai sebanyak 5 kanal, Sehingga jika anda ingin membangun
jaringan ini ada baiknya anda membebaskan/tidak menggunakan 2 channel dibawah
dan 2 channel diatas dari kanal yang anda gunakan agar terbebas dari
inteferensi.
Non-Overlapping Channel Set
Non overlapping Channel merupakan suatu set channel yang
diperkirakan mempuyai set/jarak pemisah frekuensi dan dapat digunakan bersama
dalam waktu yang sama tanpa adanya interfrensi, non-overlapping channel bekerja
pada link RF.
Gambar spectrum Analyzer
Pada gambar tampak jelas kanal -kanal yang digunakan dengan waktu
yang sama yaitu kanal 1, kanal 6 dan kanal 11 yang terletak pada frekuensi
2412MHz, 2437MHz dan 2462MHz. Pada gambar ini interferensi tidak
terjadi(terlihat dari tidak adanya potongan garis frekuensi antara frekuensi
yang satu dengan frekuensi yang lainnya).
Pada dasarnya kita bisa tidak hanya berpatok pada 3 channel
frekuesi itu saja, kita juga bisa menggunkan 4 channel sekaligus dalam waktu
yang bersamaan , ini dapat dilakukan jika cakupan wilayah yang menjadi target
lebih luas lagi sehingga dibutuhkan 4 channel yang berbeda
Penggunaan 4 Channel ini memang dapat menjangkau wilayah yang
lebih luas tetapi akan terjadi sedikit interferensi pada tiap - tiap
channelnya, Anda dapat melihatnya pada skema diatas, terlihat potongan garis
pada tiap - tiap diagram channel yang menandakan adanya interferensi,
JARAK TRANSMISI WLAN
Pada Gambar diatas menjelaskan Kemampuan Transmit /daya pancar dan
Receive/Penerima suatu set perelatan Wireless dengan keterbatasan Effective
Isotropic Radiated Power(EIRP) Hanya 30-36 sehingga kita hanya mempunyai
jangkauan yang terbatas,
Secara hukum pancaran sinyal antenna yang dijinkan adalah 36dBmW,
sehingga ketika anda menggunakan antena 24dBi anda hanya menggunkan daya
sekitar 15dBm/ sekitar 30 mW saja.
Pada umumnya peralatan WLAN yang ada dipasaran mempunyai daya
pancar antara 15-20 dBm (30-100mW), Dengan daya yang terbatas ini mengakibatkan
jarak jangkauanpun menjadi terbatas.
Gambar dibawah merupakan suatu bentuk daerah coverage dari WLAN
Titik-titik diatas menggambarkan jangkauan transmisi radio untuk
tipe antena tertentu. Disain ini nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk
pemodelan sell dijaringan Wireless Metropolitan Area Network. Secara Tiori
Access Point dengan antena Omnidirectoral akan meng-cover beberapa wilayah
dengan cakupan wilayah sekitar 4 sampai 5 km..
Pada Kenyataannya tidak semua daerah pada titik pada segi-enam
diatas dapat menerima jangkauan wireless, ini dikarenakan bentuk radiasi dari
antena yang lonjong, sehingga pada segi-enam akan ada daerah kosong atau sering
disebut dengan Blank spot . Selain itu faktor lain yang dimungkinkan untuk
menghambat pancaran sinyal ini adalah bentuk tekstur dari wilayah jangkauan.
Jika wilayah berbukit atau banyaknya gedung yang tinggi maka pancaran akan
terhambat.
Warna Orange pada gambar diatas adalah daerah cakupan dari
wireless
Desain
Meteropolitan Area Network (MAN) Berdasarkan pada Tiga Non-Overlapping channel
Omnidirectionsl Access Point
Pada Bagian kita menggunakan model jangkauan hexagonal dengan
melibatkan 3 channel yang berbeda yaitu channel 1 (2412MHz), channel 6
(2437MHz) dan channel 11 (2462MHz).
Karena hanya menggunakan 3 channel maka logika sederhana agar
tidak terjadi interferensi yaitu dengan disusunnya channel-channel yang berbeda
pada tiap-tiap sell yang berdekatan, logika ini dituangkan pada struktur gambar
diatas dimana tiap channel yang berbeda diberi warna dan no channel yang
berbeda.
Dengan susunan channel diatas diharapkan dapat menjangkau
wilayah/kota seluas 35x35 km tanpa adanya interferensi. Kita Asumsikan jika
satu sell saja dapat menampung 10-30 nodestation/warnet maka dapat anda bayangkan
minimal wireless ini dapat mencakup minimal 70 nodestation/wanet.
Sectoral Access Point
Teknik Selanjutnya kita menggunkan Sectoral Access point, dengan
tiga jenis channel yang berbeda yang tentunya dengan menggunakan acces point
yang berbeda pula. Pada kasus ini 3 jenis Access point tersebut diletakkan pada
satu Tower yang samadengan perkiraan cakupan 120 derajat pada setiap access
point. Diperkirakan jika tidak ada halangan yang berarti access pint ini dapat
menjangkau 6 hinggga 8 Km pada tiap acces point.
Dapat dilihat diatas, suatu tower diletakkan tapat disudut salah
satu sell, hal ini ditujukan untuk menghemat penggunaan tower.
Kepadatan jaringan tergantung pada traficc lalu lintas pada
jaringan, ini sebabnya total WiFi setiap sell menjadi terbatas yaitu berkisaran
pada 10-30 nodestation. Perlu diketahui sebetulnya total komputer yang
terhubung kejaringan jumlahnya lebih besar daripada node WiFi di jaringan.
Tampak diatas susuan wireless menggunakan prinsip sectoral, Sama
halnya dengan susunan pada omnidirectional, susunaan ini juga menggunakan 3
channel yang berbeda pula, dapat dilihat dengan perbedaan warna pada susunan
cell, jarak warna(dalam hal ini frekuensi) berjauhan, sehingga interferensi
tidak akan terjadi.
Jangkauan wilayah pada susunan ini hampir sama dengan
omnidirectional yaitu 35x35 km persegi, tetapi tidak sama hal nya dengan
banyaknya node yang dapat dijangkau pada susunan ini, susunan ini dapat
meng-cover 9 sell dengan 9x30 node atau 270 node.
Desain Metropolitan Area Network (MAN) dengan
4 Non Overlapping Channel
Menggunakan 4 channel yang berbeda merupakan ciri khas dari
susunan cell ini, susunan sell tidak menggunakan bentuk jangkauan segi-enam
seperti bahasan sebelumnya, tetapi sudah menggunkan persegi-empat. Karena
Bentuknya persegi empat maka tiap antena tidak meng-cover 120 derejat lagi,
tetapi 90derajat saja.
Sama halnya dengan susuanan sectoral, tower diletakkan pada sudut
dalam sell, tetapi tentunya pada susunan ini tidak digunakan segi-enam sebagai
wilayah cakupannya karena sudah menggunakan 4 channel pada satu tower. Channel
yang digunakan pada susunan ini adalah channel 2412 MHz, channel 2432 MHz,
channel 2452 MHz, dan channel 2472MHz.
Karena menggunkan 4 channel yang berbeda tetapi masih dalam
batasan 2412 MHz hingga 2477MHz maka pada susunan ini akan terjadi sedikit
interferensi. Jarak jangkauan sama saja halnya dengan jarak jangkauan pada
susunan sebelumnya yaitu 6 hingga 8 km,tetapi dengan konfigurasi yang berbeda
pula .
Dapat anda lihat, jika didsusun seperti diatas, maka jangkauan
wilayah yang dapat dijangkau akan semakin jauh lebih besar lagi daripada sebelumnya,
hanya dengan 3 buah tower(yang masing - masing tower dipasang 4 channel yang
berbeda) mampu meng-cover 3x4 atau dua belas sell. Melihat hal ini sudah tentu
jumlah nodenya juga akan betambah , jumlah komputer yang dapat dilayani juga
akan bertambah tetapi tidak menambah jumlah tower, tentu saja dengan penambahan
channel frekuensi menjadi 4 jenis channel yang berbeda.
Memasukkan Sambungan Point to Point (P2P)
Dengan khasus menggunakan banyak tower kita membutuhkan sambungan
antara tiap tower, yaitu sambungan yang sering dikenal dengan POINT to POINT,
Salah satu Syarat sambungan point to point yaitu, sambungan wajib bekerja pada
frekuensi yang sama dan bekerja dalam suatu wilayah.Sambungan Point- to point
biasanya menggunakan antena Omni dan sectoral(jadi gabungannya),
Channel yang digunakan pada :
Tiga non - overlapping channel
Channel 3 yaitu pada frekuensi 2422MHz
Channel 8 yaitu pada frekuensi 2447MHz
Empat non- overlapping channel
Channel 3 yaitu pada frekuensi 2422MHz
Channel 7 yaitu pada frekuensi 2442MHz
Channel 11 yaitu pada frekuensi 2462MHz
Pada gambar diatas adalah contoh penggunaan sambuangan Point to
poin dan point to multi point.
Keuntungan MAN:
Ø
Server kantor
pusat dapat berfungsi sebagai pusat data dari kantor cabang.
Ø
Transaksi yang
Real-Time (data di server pusat diupdate saat itu juga, contoh ATM Bank unluk
wilayah nasional)
Ø
Komunikasi antar
kantor bisa menggunakan e-mail, chatting dan Video Conference (ViCon).
Kerugian MAN:
Ø
Biaya operasional
mahal.
Ø
Instalasi
infrastrukturnya tidak mudah.
Ø
Rumit jika
terjadi trouble jaringan (network trouble shoot)
BAB 5
MODEL REFERENSI
OSI
Mengirim pesan dari satu jaringan ke jaringan yang lain merupakan
proses yang sangat kompleks. Sedikit cerita terbentuknya OSI, pada tahun 1977
suatu subcommittee dari International Organization for Standarddization (ISO)
mulai bekerja untuk membuat beberapa set standard untuk memfasilitasi
komunikasi jaringan. Pekerjaan ini selesai pada tahun 1984 dan dikenal sebagai
model referensi OSI – Open System Interconnection.Model OSI ini merupakan
metoda yang paling luas digunakan untuk menjelaskan komunikasi jaringan. Seksi
berikut mencakup topic-topik:
7 Layer model OSI
OSI yang merupakan model referensi dan bukan suatu model fisik
membagi tugas-tugas jaringan kedalam 7 layer yang akan dijelaskan lebih detail
berikut ini:
Physical layer merupakan layer pertama, akan tetapi biasa dalam
model rekferensi ini ditumpuk pada layer paling bawah untuk menekankan
bagaimana suatu pesan di kirim melalui jaringan.
Untuk lebih jelasnya berikut akan dijelaskan secara singkat
masing-masing layer OSI dan gue coba analogikan dengan konsep sederhana dari
kehidupan kita.
Layer 7: Layer Application
Layer 7 adalah layer Applikasi mendifinisikan interface antara
software-software atau applikasi yang berkomunikasi keluar dari komputer dimana
aplikasi tersebut berada. Layer ini menjelaskan aturan-aturan untuk yang
berikut:
Ø
Penyediaan
layanan jaringan
Ø
Penawaran – pengiklanan
layanan jaringan
Ø
Pengaksesan
layanan jaringan
Contoh
berikut adalah protocol-protocol yang mengimplementasikan aturan layer
Application.
Ø
Netware’s
services advertising protocol (SAP)
Ø
TCP/IP Simple
Mail Transfer Protocol (SMTP); Telnet; HTTP; FTP; WWW browser
Ø
Termasuk dalam
contoh ini adalah file; print; applikasi database; message.
Layer 6: Layer Presentasi
Layer 6 adalah layer presentation dimana tujuan utamanya adalah
mendefinisikan format data seperti text ASCII, text EBCDIC, binary, BCD dan
juga jpeg. Enkripsi juga didefinisikan dalam layer 6 ini. Layer Presentation
menspesifikasikan aturan-2 untuk yang berikut:
Ø
Penterjemahan
Data
Ø
Enkripsi dan
kompresi data
Protocol-2
berikut adalah contoh yang mengimplementasikan aturan layer Presentation :
Ø
Netware Core
Protocol (NCP)
Ø
AppleTalk Filing
Protocol (AFP)
JPEG;
ASCII; EBCDIC; TIFF; GIF; PICT; encryption; MPEG; MIDI Misal mainframe
mempunyai format EBCDIC; sementara WIndows mempunyai format data ASCII. Tugas
layer Presentation adalah menterjemahkan format yang berbeda ini sehingga bisa
saling nyambung
Layer 5: Layer Session
Session layer ini mendefinisikan bagaimana memulai, mengontrol,
dan mengakhiri suatu percakapan (disebut session).Hal ini termasuk dalam
kendali dan manajemen dari berbagai pesan bidirectional sehingga aplikasi bisa
menyertakan suatu sinyal pemberitahuan atau notifikasi jika beberapa pesan
telah lengkap. Layer ke lima Session menspesifikasikan aturan-2 berikut:
Ø
Pengendalian sesi
komunikasi antara dua piranti
Ø
Membuat;
mengelola; dan melepas koneksi
Yang
berikut adalah protocol yang menimplementasikan layer session model OSI:
Ø
Netware’s Servise
Advertising Protocol (SAP)
Ø
TCP/IP remote
procedure call (RPC)
Ø
SQL; NFS; NetBIOS
names; AppleTalk ASP; DECnet SCP
Contoh sederhana analoginya adalah operator telpon.Jika anda mau
menelpon suatu nomor sementara anda tidak tahu nomornya, maka anda bisa nanya
ke operator.Layer session ini analoginya yach kayak operator telpon getu.
Layer 4: layer Transport
Layer 4 (Transport layer) lebih fokus pada masalah yang
berhubungan dengan pengiriman data kepada komputer lain seperti proses
memperaiki suatu kesalahan atau error recovery, segmentasi dari blok data dari
aplikasi yang besar kedalam potongan kecil-2 untuk di kirim, dan pada sisi
komputer penerima potongan-2 tersebut disusun kembali.
Layer OSI ke 4
ini menspesifikasikan aturan-2 untuk yang berikut:
Ø
Menyembunyikan
struktur jaringan dari layer diatasnya
Ø
Pemberitahuan
kalau data pesan telah diterima
Ø
Menjamin
kehandalan, pengiriman pesan bebas kesalahan
Contoh-2 berikut
adalah protocol-2 yg mengimplementasikan aturan layer transport
Ø
Netware’s
Sequence Packet Exchange (SPX) protocol
Ø
TCP/IP’s Transmision
Control Protocol (TCP)
Analogi dari layer transport ini kayak penyedia jasa pengiriman
paket, missal Tiki, POS atau Fedex. Tiki atau Fedex bertanggung jawab penuh
untuk sampainya paket ke alamat tujuan dan paket dalam keadaan utuh tanpa
cacat. Seperti juga ISP, kalau kita ketikkan WWW.dotkom.com maka ISP akan
menterjemahkan kedalam address tujuan.
Contoh-2 berikut adalah protocol-2 yg mengimplementasikan aturan
layer transport
Ø
Netware’s
Sequence Packet Exchange (SPX) protocol
Ø
TCP/IP’s
Transmision Control Protocol (TCP)
Analogi dari layer transport ini kayak penyedia jasa pengiriman
paket, missal Tiki, POS atau Fedex. Tiki atau Fedex bertanggung jawab penuh
untuk sampainya paket ke alamat tujuan dan paket dalam keadaan utuh tanpa
cacat. Seperti juga ISP, kalau kita ketikkan WWW.dotkom.com maka ISP akan
menterjemahkan kedalam address tujuan.
Layer ke 3: Layer Network
Layer
Network dari model OSI ini mendefinisikan
pengiriman paket dari ujung-ke-ujung. Untuk melengkapi pekerjaan ini, Network
layer mendefinisikan logical address sehingga setiap titik ujung perangkat yang
berkomunikasi bisa diidentifikasi. Layer ini juga mendefinisikan bagaimana
routing bekerja dan bagaimana jalur dipelajari sehingga semua paket bisa
dikirim.
Ø
Layer Network
menspesifikasikan aturan-2 untuk yang berikut:
Ø
Data routing
antar banyak jaringan
Ø
Frakmentasi dan
membentuk ulang data
Ø
Identifikasi
segmen kabel jaringan
Ø
Protocol-2 berikut menerapkan aturan
layer Network
Ø
Netware’s Internetwork Packet Exchange
(IPX) Protocol
Ø
TCP/IP’s Internet
Protocol (IP); AppleTalk DDP
Analogi dari layer ini tugasnya mengirim surat atau paket ke kota
atau kode pos tertentu, tidak langsung di kirim ke alamat tujuan. Layer ini
sangat penting dalam jaringan yang kompleks, dimana layer Network mengirim data
paket ke jaringan logical.Router berfungsi pada layer ini.
Layer ke 2: Data link layer
Layer Data link menspesifikasikan aturan berikut:
Ø
Koordinasi bits
kedalam kelompok-2 logical dari suatu informasi
Ø
Mendeteksi dan
terkadang juga memperbaiki kesalahan
Ø
Mengendalikan
aliran data
Ø
Identifikasi
piranti jaringan
Protocol-protokol
berikut mengimplementasikan Data link layer:
Ø
Ntware’s Link
Support layer (LSL)
Ø
Asynchronouse
Transfer Mode (ATM)
Analogi data link ini seperti surat tercatat yang dikirm pada
alamat rumah dan dijamin sampai dengan adanya resi yang ditandatangani
penerima. Layer ini mengidentifikasi address yang sesungguhnya dari suatu
piranti.
Layer ke 1: Layer Physical
Layer Physical dari model OSI ini berhubungan dengan karakteristik
dari media transmisi.Contoh-2 spesifikasi dari konektor, pin, pemakaian pin,
arus listrik, encoding dan modulasi cahaya. Biasanya dalam menyelesaikan semua
detail dari layer Physical ini melibatkan banyak spesifikasi. Layer ini
menspesifikasikan aturan-2 berikut:
Struktur fisik suatu jaringan missal bentuk konektor dan aturan
pin pada konektor kabel RJ-45. Ethernet dan standard 802.3 mendefinisikan
pemakaian dari kabel pin ke 1,2,3 dan 6 yang dipakai dalam kabel Cat 5 dengan
konektor Rj-45 untuk koneksi Ethernet.
Aturan mekanis dan elektris dalam pemakaian medium transmisi
Protocol Ethernet seperti IBM Token ring; AppleTalk
Fiber Distributed Data Interface (FDDI) EIA / TIA-232; V.35,
EIA/TIA-449, RJ-45, Ethernet, 802.3, 802.5, B8ZS
Sinkronisasi sinyal-2 elektrik melalui jaringan
Encoding data secara electronic
Aku (Application) Punya (Presentation) Susu (Session) Telor
(Transport) MiNum (Network) Dalam (Data) Plastik (Physical)
Implementasi Protocol
Perlu diingat bahwa model OSI hanyalah sebuah teori tentang cara
melihat komunikasi dalam jaringan. Setiap layer menspesifikasikan standard
untuk diikuti saat mengimplementsikan suatu jaringan. Akan tetapi perlu diingat
bahwa layer-layer OSI tidak melakukan tugas-tugas yang real, OSI hanyalah model
. Bahasan berikut meringkas keuntungan dan kerugian dari penggunaan model OSI
dalam mendeskripsikan komunikasi jaringan.
Keuntungan dan kerugian model OSI
Anda mesti faham betul dengan model OSI ini karena ini sangat luas
digunakan jika bicara soal komunikasi jaringan.Akan tetapi perlu diingat bahwa
ini hanyalah sebuah model teori yang mendefinisikan standards bagi programmer
dan system administrator jaringan, jadi bukanlah model layer fisik yang
sesungguhnya.
Menggunakan model OSI dalam diskusi konsep jaringan mempunyai
beberapa keuntungan :
Ø
Memberikan bahasa
dan referensi yang sama antar sesame professional jaringan
Ø
Membagi tugas-2
jaringan ke dalam layer-2 logis demi kemudahan dalam pemahaman
Ø
Memberikan
keleluasaan fitur-2 khusus pada level-2 yang berbeda
Ø
Memudahkan dalam
troubleshooting
Ø
Mendorong
standard interoperability antar jaringan dan piranti
Ø
Memberikan modularity
dalam fitur-2 jaringan
(developer dapat
Ø
mengubah fitur-2
tanpa mengubah dengan cara pendekatan keseluruhan), jadi bisa main comot antar
modul .
Akan tetapi anda perlu mengetahui beberapa batasan:
Ø
Layer-2 OSI
adalah teoritis dan tidak melakukan fungsi-2 yang sesungguhnya
Ø
Dalam
implementasi industry jarang sekali mempunyai hubungan layer-ke-layer
Ø
Protocol-2 yang
berbeda dalam stack melakukan fungsi-2 yang berbeda yang membantu menerima dan
mengirim data pesan secara keseluruhan
Ø
Implementasi
suatu protocol tertentu bisa tidak mewakili setiap layer OSI (atau bisa
tersebar di beberapa layer)
Dalam prakteknya, tugas-2 komunikasi jaringan
komputer dilaksanakan dengan cara implementasi
protocol. Apa protocol itu … protocol itu kayak standard industri piranti
software khusus vendor yang dipakai dalam proses komunikasi dalam tugas-2 nya
melakukan komunikasi jaringan. Berikut ini menjelaskan beberapa konsep penting
untuk diketahui mengenai protocol-2 yang sebenarnya.
Kebanyakan vendor dan implementasi standard industry menggunakan
suatu pendekatan layer-2. Suatu kumpulan dari standard-2 yang dimaksudkan untuk
digunakan secara bersamaan disebut suatu protocol suite atau protocol stack.
Ø
Protocol-2 dalam
suatu suite mempunyai ciri-2 berikut:
Ø
Setiap protocol
melaksanakan satu atau beberapa tugas komunikasi jaringan
Ø
Protocol-2 dapat
melaksanakan tugas-2 dalam beberapa layer OSI yang berbeda
Ø
Beberapa protocol
dalam suatu suite yang sama dapat melaksanakan tugas yang sama
Ø
Beberapa protocol
suite membolehkan suatu pilihan dari protocol khusus dalam suite untuk
melaksanakan suatu tugas khusus atau meng-enable fitur tertentu.
Ø
Protocol-2 harus
bekerja-sama, mengirim dan mnerima data kepada protocol-2 yang lain.
Protocol Jaringan
Protocol pada level application bekerja pada layer bagian atas
dari model OSI, yaitu: Application; Presentation; Session. Protocol-2 ini
melakukan pertukaran data dan komunikasi applikasi-to-applikasi.
Protocol-2 pada level transport (yaitu transport dan network
layer) menjalin sesi komunikasi antar komputer menjamin bahwa data ditransmisikan
dengan handal; dan menghadirkan routing antar jaringan.
Protocol-2 pada level physical membentuk hubungan dengan layer
bagian bawah dari model OSI (Data link dan Physical layer). Protocol-2 ini
menangani informasi; melakukan error-checking; dan mengirim permintaan kirim
ulang – (retransmit request).
Catatan:
Beberapa protocol berada pada lebih dari satu level protocol,
sehingga protocol-2 bisa jadi tidak klop secara tepat dengan model-2
jaringan.Hal ini dikarenakan suatu protocol dimaksudkan untuk memenuhi suatu
tugas tertentu dalam komunikasi, yang mana tidak selalu berhubungan dengan
suatu bentuk model.
Komunikasi antar piranti jaringan
Piranti-2 jaringan bisa berkomunikasi antar sesama dikarenakan
bahwa piranti-2 tersebut menjalankan protocol stack yang sama, walaupun mereka
menggunakan system operasi yang berbeda. Data yang dikirim dari satu piranti
berjalan turun ke protocol stack dibawahnya melalui media transmisi, dan
kemudian naik ke protocol stack pada sisi piranti lawan komunikasinya.
Kedua belah piranti yang saling berkomunikasi harus menggunakan
protocol stack yang sama. Suatu pesan data yang dikirim dari satu piranti ke
piranti yang lain berjalan melalui proses seperti berikut:
Pesan data dipecah kedalam paket-2
Setiap protocol didalam stack menambahkan informasi control
kedalam paket, meng-enable fitur-2 seperti inkripsi dan error check. Setiap
paket biasanya mempunyai komponen berikut: Header , Data , dan Trailer.
Pada layer physical, paket-paket dikonversikan kedalam format
electrical yang tepat untuk ditransmisikan.
Protocol pada masing-2 layer yang berhubungan pada sisi piranti
lawannya (pada sisi penerima) akan menghapus header dan trailer yang
ditambahkan saat pengiriman. Paket-2 tersebut kemudian disusun kembali seperti
data aslinya.
Process Encapsulation
Adalah process pemecahan suatu pesan kedalam paket-2, penambahan
control dan informasi lainnya, dan kemudian mentransmisikan pesan tersebut
melalui media transmisi. Anda harus faham betul proses pengiriman pesan ini.
Ada 5 macam step pada proses data encapsulation:
Ø
Layer bagian atas
menyiapkan data yang akan dikirim melalui jaringan
Ø
Layer transport
memecah data kedalam potongan-2 yang disebut segmen, menambah informasi urutan
dan juga informasi control.
Ø
Layer network
mengkonversikan segmen kedalam paket-2, menambah logical jaringan, dan menambah
address piranti.
Ø
Layer Data link
mengkonversikan paket-2 kedalam frame-2, menambahkan informasi address phisik
dari piranti.
Ø
Layer physical
mengkonversikan frame-2 kedalam bit-2 untuk ditransmisikan melalui media
transmisi.
BAB 6
PHYSICAL LAYER
Lapisan fisik (physical layer) merupakan dasar semua jaringan di
dalam model referensi OSI yang mana merupakan karakteristik perangkat keras
yang fungsinya untuk mentransmisikan sinyal data baik itu data analog maupun
data digital. Selain itu physical layer juga merupakan sarana sistem untuk
mengirimkan data ke perangkat lain yang terhubung di dalam suatu jaringan
komputer.
Lapisan fisik (physical layer) adalah lapisan terbawah dari model
referensi OSI, di mana lapisan ini berfungsi untuk menentukan karakteristik
dari kabel yang digunakan untuk menghubungkan komputer dalam jaringan. Pada
sisi transmitter, lapisan fisik menerapkan fungsi elektris, mekanis dan
prosedur untuk membangun, memelihara dan melepaskan sirkuit komunikasi guna
mentranmisikan informasi dalam bentuk digit binear ke sisi receiver. Sedangkan
lapisan fisik pada sisi receiver akan menerima data dan mentransmisikan ke
lapisan atasnya.
Sinyal Data
Pada proses komunikasi, data yang hendak ditransmisikan akan
dikodekan terlebih dahulu dalam bentuk sinyal analog dan sinyal digital.
Sinyal Analog
Sinyal
analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang sambung-menyambung atau
kontinu, tidak ada perubahan tiba-tiba dan mempunyai besaran, yaitu amplituda
dan frekuensi. Perhatikan gambar .1.Dengan menggunakan sinyal analog, maka
jangkauan tranmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini terpengaruh
oleh noise. Gelombang pada sinyal analog umumnya berbentuk sinusoidal yang
memiliki tiga variabel dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.
Gambar 1 Sinyal Analog
Amplitudo
Amplitudo
merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog. Gambar .2
berikut ini menunjukan lebih jelas apa yang dimaksud dengan amplitudo.
Gambar.2 Amplitudo
Frekuensi
Frekuensi
adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam waktu satu detik. Tampilannya dapat
dilihat dari Gambar .3
Gambar .3 Frekuensi
Phase
Phase
adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu. Phase pada sudut
0o,90o,180o,270o dan 360o diperlihatkan oleh Gambar 4
Gambar 4 Phase
Dengan
menggunakan tiga veriabel tersebut, maka akan diperoleh tiga jenis modulasi,
yaitu:
Amplitudo Modulation (AM)
Modulasi ini
menggunakan amplitudo sinyal analog untuk membedakan dua keadaan sinyla
digital. Pada AM, frekuensi dan phase sinyal tetap, sedangkan yang berubah-ubah
adalah amplitudonya (Gambar.5)
Dengan cara
ini, maka keadaan 1 (high) sinyal digital diwakili dengan tegangan yang
dimiliki keadaan 0 (low) sinyal digital. Penerima cukup membedakan mana sinyal
yagn lebih besar amplitudonya dan mana yang lebih kecil, tanpa perlu
memperhatikan bentuk sinyal tersebut untuk mendapatkan hasilnya. Kalau penerima
harus menerima sinyal analog murni, perbedaan bentuk yang sedikit saja sudah
menunjukan perbedaan hasil.
Cara ini
adalah cara yang paling mudah dalam melakukan modulasi, tetapi juga paling
mudah mendapatkan pengaruh/gangguan dari kondisi media tranmisinya.
Gambar .5 Amplitudo modulation
Frequency Modulatio (FM)
Modulasi ini
mempergunakan frekuensi sinyal analog untuk membedakan dua keadaan sinyal
digital. Pada FM, amplitudo dan phase tetap, tetapi frekuensinya berubah-ubah
(Gambar .6).
Jadi keadaan
sinyal digital dibedakan atas dasar besar kecilnya frekuensi sinyal analog.
Cara ini cukup sulit, tetapi juga akan cukup terlindung dari gangguan yang
berasal dari media transmisinya.
Gambar .6 Frequency Modulatio
Phase Modulation (PM)
Modulasi jenis
ini menggunakan perbedaan sudut fase dari sinyal nalog untuk membedakan dua
keadaan dari sinyal digital. Pada cara ini, amplitudo dan frekuensi tidak
berubah, tetapi phase-nya berubah-ubah(lihat Gambar 3.7)
Cara ini
merupakan modulasi yang palinga baik, tetapi paling sulit. Bentuk PM paling
sederhana adalah pergeseran sudut phase 180 derajat setiap penyaluran bit 0 dan
tidak ada pergeseran sudut bila bit 1 disalurkan. Dengan cara tersebut maka bit
yang disalurkan sama dengan band rate.
Gambar 3.7 Phase Modulations
2.1.
Sinyal
Digital
Sinyal
digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan
yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1 seperti ditunjukan pada Gambar
3.8. sinyal digital hanya mencapai jarak jangkauan pengiriman data yang relatif
dekat.
Gambar .8 sinyal digital
Dalam
proses transmisi data, digunakan sebuah alat yang dinamakan modem. Modem
merupakan singkatan dari modulator demodulator. Sebagai modulator, modern
menerjemahkan data atau informasi dalam bentuk sinyal digital menjadi sinyal
analog dan kemudian menggabungkanya dengan frekuensi pembawa (carrier),
sedangkan sebagai demodulator, modern menerjemahkan data atau informasai sinyal
analog tersebut ke dalam bentuk sinyal digital.
Ada empat
kemungkinan pasangan betuk sinyal data dan sinyal transmisi yang terjadi
setelah mengalami proses transmisi data. Empat kemungkinan itu diuraikan dalam
keterangan sebagai berikut.
2.2.
Digital Data
Digital Transmission
Pada
digital datadigital transmission, data yang dihasilkan oleh transmitter berupa
data digital dan ditransmisikan dalam bentuk sinyal digital menuju ke receiver.
Dalam
bentuk transmisi ini, dikenal ada dua macam cara pensinyalan yaitu sebagai
berikut.
Non Return
to Zero (Gambar 3.9) merupakan pensinyalan pada RS 232.
Gambar 3.9 Non Return to Zero
Gambar 10. Return to Zero
Pada metode
digital data digital transmissionI ini tidak dibutuhkan modem, karena sinyal
data dan sinyal transmisinya sama.













